Minggu, 31 Oktober 2010

De Javu: Lelaki Matahari, Kupu-Kupu, & Rembulan


Ehmm…. Rembulan dilangit yang kelam sedang menutup diri disaput awan gulita, seakan tak hendak pergi meninggalkannya dan selalu mengikuti kemana dia melangkah….ehmm.

Cahaya sang mentari menyinari hangatnya pagi, membuka mata hati dalam balutan keindahan sejati, kulangkah imaji menuju taman yang hijau bak lautan permadani dari surga

Ehmmm…. Mata, Mata hatiku terlena melihat anggun kupu-kupu bersayap ungu yang sedang melayang bak harmoni penyejuk sukma, menari indah dalam imaji, melambaikan warna keteduhan dan keindahan nan sejati pula.

Pagi ini sang Rembulan tak’kan muncul, pagi ini Rembulan tak’kan menyapa, pagi ini Rembulan hilang bersama nafsu angkara sang Lelaki Matahari…. Ehmm Lelaki Matahari

Sang matahari berucap dalam maaf jika teriknya mengoyak sayap ungu sang Kupu dan menutupi cahaya sejati sang Rembulan, bersama hangat angan imaji yang menghampa

Hatinya, adalah hati yang menghambakan keindahan akan cipta sang Kuasa dalam pelukan asa yang tak kunjung usai.

Hatinya, adalah hati yang luas bebas bagai gerak ombak samudra mengalir menyatu dinamis dengan sang alam saat Purnama bersinar

Hatinya, adalah hati yang penuh kasih dalam peluk sayang yang mencinta dalam ketulusan mengikat keindahan didalam samudera jiwanya.

Hatinya, adalah hati yang lembut bagai kapas awan yang menggantung diawang-awang ingin turut kupu-kupu ungu yang sedang bercengkrama

Hatinya, adalah hati yang teduh dibuai oleh sentuhan dan hembusan lembut Sang Rembulan dalam bayang kupu-kupu ungu diantara malam dan saat mentari tersenyum

Hatinya, adalah hati yang merindu Rembulan dalam kehampaan cinta sejati didunia fana ini.

Hatinya, adalah hati yang mengikat kesetiaan sejati dalam rentang hati anugerah kutukan cinta teramat berlebih yang diberikan-Nya

* * *

Wahai… kupu-kupu ungu ingatku akan larik disayapmu, berujar dalam anggun sebuah kata …

Aku berjalan ke barat..matahari mengikutiku di belakang
Ku ikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan…
Pernah terpikir apakah aku atau matahari yang menciptakan bayang-bayang…?

Wahai kupu-kupu ungu…. engkaulah bayang-bayang yang sedang menari itu.

Rembulan bersama angin pagi hanya mampu menghembus kata :

Hanya waktu yang tahu jawabnya,Sebab ia menyimpan segalanya Rapat-rapat,

Juga tentang tanya dalam hati, Bilakah semua kan berujung

Wahai Rembulan…. engkaulah sang tanya saat malam turun ke bumi.

Teruntuk sumber inspirasiku nan indah Kupu-Kupu Ungu &

Rembulan Purnama dimalam yang kelam

Have a nice weekend for you.

Gambar from uncle google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar