Minggu, 24 Oktober 2010

Kekasih Penariku

Alkisah kupunya seorang mantan kekasih yang berprofesi sebagai seorang penari. Dia indah bagaikan biola, selalu bergoyang tak kenal lelah karena cinta pada tariannya.

Janganlah engkau berburuk sangka dia seorang penari yang berdendang liar seperti dikota-kota besar, karena penariku ini adalah penari yang melenggokkan badan sebagai penari tarian negerinya.

Cintaku padamu wahai penari tak dapat kulukiskan, walau hanya bayang parasmu pun sudah cukup mengobati dahaga rinduku. Wahai penari engkau bukan hanya seorang wanita yang baik tapi juga berbudi.

Rambutnya ikal bergelombang dan panjang hingga ke ujung pundak. Hidung mancungnya indah bak bulan sabit menggantung disudut langit. Wajahnya halus bersinar seindah purnama.

Sungguh indah wahai engkau kekasih penariku.

Ingatkah engkau wahai penari, saat pertama kita bertemu, kuterpana memandang engkau dalam karya senimu yang bergelombang dalam irama dendang sang jiwa.

Ingatkah engkau wahai penari, saat pertama kusentuh tanganmu dalam rasa mengenalmu, sungguh saat itu getar jiwa telah mengalir bersama hangatnya tanganmu yang lembab dingin berkeringat karena t’lah kau curahkan kehausan cinta senimu itu.

Ingatkah engkau wahai penari, saat pertama kita pergi bermalam minggu yang pertama, betapa malunya aku karena engkau selalu tersenyum senang, sedang kuresah menahan rasa mengucap kata untuk mengecupmu.

Ingatkah engkau wahai penari, saat pertama kukecup tangan halusmu dan mengatakan maukah engkau jadi kasihku, bagai lepas seluruh jiwa dan beban melihatmu mengangguk.

Ingatkah engkau wahai penari, saat pertama dan terakhir kali kuinjak ruangan nan luas dan tak bertepi tempatmu melatih karya mengukir seni, sungguh itu saat yang menyakitkan ketika kulihat engkau sedang duduk bergandeng dengan lelaki sialan itu bergenggam tangan bak mempelai. Tentunya engkau tak ingat karena kau tak lihat diriku disudut sini.

Aliran waktu tak dapat ditahan, beratnya rasa tak mampu kubendung, cukuplah sudah kisah kasihku dengan seorang penari yang hampir mengiris hatiku, hanya karena kuyakin engkau penari negeri, pastinya setiamu seindah senimu.

Well , selamat malam wahai kekasih penariku.


gambar seperti biasa dari uncle google.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar