Sabtu, 16 Oktober 2010

Kompasiana Membuat “BODOH”

Rasanya kurang afdol, saat Kompasiana yang baik ini berulang-tahun kita tidak memberikan sebuah kado Tulisan. Welll walaupun tulisan ini saya buat diawal-awal saya menjerumuskan diri Pada Kompasiana, saya rasa secara esensi tulisan saya beberapa bulan yang lalu ini masih layak saya persembahkan sebagai kado Bagi Kompasiana. SELAMAT ULANG TAHUN DAN SEMOGA TAMBAH JAYA SEBAGAI MEDIA PENYAMPAI PERASAAN BAIK SUKA, DUKA, KELUHAN, CINTA, KEBAHAGIAN DAN PERUBAHAN BAGI BANGSA YANG KITA CINTAI INI.

“Kompasiana membuat Bodoh” itulah yang saya pikirkan dan renungkan beberapa waktu belakangan in, emang sih umur saya dirumah sehat nan indah dan berwarna ini masih seumur jagung… yah paling-paling baru dua bulanan deh sekitar bulan September! Sungguh!!!

Saya “akui” bahwa selama ini saya merasa cukup pandai, cukup punya wawasan yang lumayan luas, cukup pintar dalam membaca.. karena saya belajar membaca dan berhitung butuh waktu kurang lebih 6 tahun, tentunya membaca adalah salah satu hobby saya.

Perkenalan saya dengan kompasiana jauh sebelum bulan September yang lalu karena saya udah sering bolak-balik masuk memicingkan mata saya … membaca dan membaca beberapa hal di Kompasiana … dan sometimes apa yang saya baca disini kadang saya jadikan sumber referensi dalam berdiskusi dan berdebat kadang-kadang dengan rekan-rekan sejawat dan beberapa sahabat saya… tapi sungguh ternyata saya belum tertarik untuk menjerumuskan dan menceburkan diri saya di rumah sehat ini… karena saya pikir paling-paling cuma kayak si Twiti ato si Fesbuk yang kadang saya datangi hanya untuk main “Poker”… nah itulah gambaran awal saya tentang Kompasiana.. hanya sebagai pelampiasan hobby membaca saja. Lho apa alasan saya kenapa tidak langsung klik Registrasi? Ntar saya jelasin.

Lalu pada bulan September lalu saya memutuskan untuk menceburkan, menjerumuskan dan membelitkan diri saya di Kompasiana. So selanjutnya … apa yang terjadi ? semuanya ternyata tidak seperti yang saya bayangkan, Sungguh ternyata setelah saya membaca tulisan - tulisan langsung dari lapak-lapak penulisnya beserta coment-coment yang ada sebagai bab penjelasannya “Saya terlena sekaligus tersadarkan”.

Wah, wah, wah, wah sungguh membuat saya merasa menjadi tambah BODOH. Ya sungguh KOMPASIANA membuat BODOH.

Bagaimana tidak , saya membaca Postingan dari berbagai macam manusia dengan berbagai latar belakang. Wah,wah,wah… disini ada Pengajar, Kyai, Politisi, Dokter, Wanita Karier, Polisi, Tentara, Praktisi, Ekonom, Pelawak, Nasionalis, Agamis, Humoris, Atheis, Feminimisme, Machoisme, Laki-laki, Perempuan sampe banci bin waria pun ada lalu dari anak Kost sampe tukang becak, tukang ojek, tukang sayur, tukang intip, suami-suami kesepian, istri-istri kesepian sampe janda dan duda-pun ada….wah,wah sangat - sangat beragam lengkap dengan coment - comentnya yang melengkapi isi postingan yang saya baca.

Disudut sini ada Om Jay yang bijak dan santun karena beliau seorang Pengajar yang Ngebloger, Om Herman Hasim yang cerdas, Bung Erianto Anas yang Agamis dan suffies dengan seribu wajahnya, yang terus terang banyak tulisannya nggak nyampe ke nalar saya untuk membayangkannya, ada Bung Katendra Rajawen & Menjuah-juah yang selalu menulis bagaikan dikepala mereka terdapat kotak berisi kamus-kamus yang tinggal dipindahin ke keyboard aja… ada Mbak Dewi Solihat, Uleng Tepu, Arya Ningtyas, Mbak Ina Fatah, Mariska Lubis, Moona, si Azzel, si Mumet, Ita Fiane, Mbak Diah Purwanti yang membangkitkan hasrat banyak lelaki disini untuk berhasrat membaca mereka…eh maksud saya tulisan mereka karena sometimes mereka membuka sisi terdalam dari kewanitaannya serta kegamblangan seorang wanita dan sisi kekenyalannya termasuk sisi-sisi keibuannya tentu baik mereka sadari maupun tidak ya…he he.

Disudut sana ada Haz Algebra yang sulit untuk saya tebak jenis manusia seperti apakah dia sungguh sometimes tulisannya sangat agamis…puitis…humoris…mengejutkan dan susah nebak apa isi tulisannya hanya dari judul postingannya… Just_Aminute yang pintar analisanya walaupun dari pic-nya dia orang yang “agak” nggak pede karena mukanya hanya sebelah, belum lagi para remajanya, dengan ciri keremajaan dan kepuitisannya serta Maaaaasih banyak lagi yang belum nge-Add saya sebagai temannya, tapi saya akan terus membaca dan membaca sehingga akan banyak nuansa-nuansa menyegarkan lainnya yang akan mewarnai layar Kompasianaku….

Eitttt…… Tentunya tak akan lupaku pada my Favorite Writer “saat ini” si Ndang Dut yang selalu membuat saya menunggu hiburan seperti apa yang akan dia persembahkan bagi Kompasiana disetiap harinya karena keunikannya si Ndut mampu membuat yang serius menjadi menyenangkan, membuat yang jelek jadi cantik, membuat yang cantik jadi jelek, yang miring jadi lurus dan yang lurus jadi bengkok… hehehe you’re the one.

Nun… jauh dibawah sana banyak penulis lain yang saya tidak begitu sukai (dan itu hak kita secara personal tentunya) karena kadang-kadang mereka merasa sok pintar.. sok suci… sok hebat.. dan yang lebih jelek lagi kadangkala mereka sedikit melukai rasa kebangsaan saya… karena cendrung meremehkan bangsanya sendiri… saya setuju kalo kita memaki.. mencaci.. apa lagi meledek oknum atau beberapa pihak yang tidak disukai dan memang pantas untuk menerimanya… silakan itu hak anda dan kita, asal masih dalam lingkup personal bukan bangsa… tolong jangan digeneralisir dengan menghina dan merendahkan ibu pertiwi ini.. karena sejelek-jeleknya bangsa ini, juga adalah bangsa kita, bangsa dimana kita dilahirkan, dibesarkan dan telah diperjuangkan dengan susah payah plus cucuran darah dan goresan-goresan perih disetiap perjalanannya, dan ingatlah bahwa Ibu Pertiwi tidak melakukan keburukan-keburukan itu, namun justru Ibu Pertiwi yang terluka dan menjadi korbannya.

Itulah alasannya setelah saya membaca - membaca dan membaca di KOMPASIANA membuat BODOH otak saya yang emang sudah cukup bodoh… walaupun saya membaca-membaca dan membaca semakin saya menyadari bahwa saya emang masih BODOH dibanding dengan semua rekan-rekan dan teman-teman yang telah menuangkan isi pikirannya dengan cara dan sisi pikir yang bagi saya sangat CERDAS, BRILIAN dan tentunya kadang MENYESATKAN tapi tentu dalam konteks saya yang bodoh ini. Sungguh semakin lama di KOMPASIANA mungkin akan membuatku bertambah BODOH.

Orang bijak pernah berucap :

“Semua orang berpikir untuk mengubah dunia, Tapi tak satupun berpikir untuk merubah dirinya sendiri”

“Jika anda terlahir dalam kebodohan.. itu bukanlah kesalahan anda, tapi jika anda mati dalam kebodohan maka itu adalah kesalahan anda”

Izinkan saya yang Bodoh ini untuk menjadi sedikit pintar … eh agak pintar dikit… eh bertambah pintar deh… sama juga artinya “Bodoh” karena “Pintarnya” sedikit… atau mengurangi kebodohan saya “Nah” ini baru pas, dengan membaca-membaca dan membaca karya-karya anda terima kasih.

Oke Pak, Om, Bro, Sis, Mbak, Dinda, cukup dulu dengan kebodohan ini … You The Best.

Maaf…. sebagian postingan ini tidak saya edit……….. bagi nama yang tidak saya sebutkan harap maklum, yang saya tahu , SAYA MENCINTAI KOMPASIANA DAN KALIAN SEMUA DALAM IKATAN PERSAUDARAAN KOMPASIANER, WASALAM.

Gambar dari uncle Google.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar