Inginku sederhana…menjadi ibu dari anak-anakmu, juru masak dari laparmu, juru pijat dari letihmu, teman dari sepimu, pendengar dari keluh kesahmu, tangis dalam sedihmu, tawa dalam bahagiamu, penopang dalam rapuhmu, penyejuk dalam marahmu, makmum dalam sholatmu, pengamin dalam do’a-do’amu, juga maaf dalam khilafmu.
Inginku sederhana…menjadi rusuk yang senantiasa melindungi jantungmu yang tak letih berdetak, dalam sebuah naungan yang suci; munakahat.
Demi hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada hari ini… dan yang tidak jatuh tertimpa tangga perubahan dunia yang sangat cepat dan hampir-hampir bisa merobek dan merusak segala sendi kehidupan manusia… terkhusus bagi para Pemuda Negeri Yang Kucinta.
Lihatlah… lihat…. Untaian kata sederhana diatas dari seorang wanita yang sungguh, sungguh indah untuk dinikmati makna dan artinya. Ehm.. Nampak sederhana dalam rangkai kata namun indah dalam makna.
“Makna Bait Pertama”
“Inginku sederhana…menjadi ibu dari anak-anakmu, juru masak dari laparmu, juru pijat dari letihmu, teman dari sepimu, pendengar dari keluh kesahmu, tangis dalam sedihmu, tawa dalam bahagiamu, penopang dalam rapuhmu, penyejuk dalam marahmu, makmum dalam sholatmu, pengamin dalam do’a-do’amu, juga maaf dalam khilafmu”
Makna yang dipendam bait ini tidaklah sesederhana kelihatannya, tapi inilah hakikat sebenarnya dari seorang wanita menempatkan dirinya sebagaimana yang telah ditetapkan menurut fitrah wanita di dunia, Ehm.. diungkap dengan deret kata sederhana namun mengena pada hakikat sejatinya.
Wahai Wanita… camkan untai kata pada bait pertama ini pastilah engkau akan hidup bahagia dalam kebahagian sempurna baik dunia maupun akhirat … lafazkan dan jadikan nyata dalam bingkai keikhlasan, dan yakinlah engkau justru akan mendapatkan yang sebaliknya dari sang kekasih hati :
“Menjadi istri yang baik dari anak-anakku”
“Tak akan pernah lapar dan dahaga dirimu, karenaku akan bekerja mempertaruhkan jiwa dan raga untukmu wahai wanitaku”
“Tak akan letih dirimu karena senyumku akan selalu membasuh lelahmu”
“Selalu ramai rumah ini dengan sendaku bagimu”
“Lihatlah jiwa ragaku telah mati hanya untukmu, dan bermunajah untuk bersamamu dalam suka dan duka”
“Engkau tak akan pernah rapuh karenaku disampingmu”
“Engkau bagai air sejuk dari mata air yang selalu menenangkan jiwaku walau terik hatiku”
“Surgaku adalah surgamu dunia dan akhirat”
“Makna Bait Kedua”
Inginku sederhana…menjadi rusuk yang senantiasa melindungi jantungmu yang tak letih berdetak, dalam sebuah naungan yang suci; munakahat.
Makna yang dikandung bait kedua ini sungguh hakikat dari dihadirkan dan diciptakannya seorang wanita ke dunia ini.
Wahai Wanita… camkan untai kata pada bait kedua ini pastilah engkau akan menjadi wanita sejati yang diharap oleh para Lelaki. Tanam dalam pikirmu setiap engkau mengambil segala keputusan yang berhubungan dengan kehidupan antaramu dengan berlandas pada bait ini, maka hadirlah keharmonisan jiwa berkat dari kesadaran sejati arti dirimu. Dan yakinlah bahwa kekasih hatimu akan menjadi :
“Wahai wanitaku engkau akan menjadi jantung itu sendiri yang senantiasa terlindung dalam hatiku yang dinaungi cinta dan kasih sayang yang tulus sepanjang engkau masih berdetak dalam langkah hidupku”
Pesanku seorang Lelaki disudut sini, untai kata sederhana tersebut merupakan hakikat yang tak akan bisa ditawar hanya oleh perubahan dunia dan keinginan merangkul dunia dalam hias dan buai indah dunia sesaat yang selalu berada dihati setiap wanita, sehingga kalian mendapatkan seorang Lelaki yang akan membuatmu bahagia dunia dan akhirat.
Ehhhmmm, cukup mengenai Hakikat di sore hari yang indah ini…. Dalam renung mengingat detak yang tak beraturan disudut hati Lelaki Bodoh ini.
With Smile for you from here…… yeah from me.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar