Senin, 01 November 2010

Pilih Cinta atau Rokok

Wahai saudara-saudaraku yang lelaki, baik yang berbudi maupun yang tidak berbudi, baik yang keren maupun yang jelek, baik yang bujangan maupun yang sudah duda. Pernahkah kalian mendengar keluhan dari istrimu, pacarmu, selingkuhanmu, tetanggamu, teman sekerjamu, maupun emakmu dirumah, karena kebiasaan jelek yang engkau lakukan yaitu “MEROKOK”.

Singkat cerita, kalau kita menerangkan pengaruh buruk yang akan diderita oleh seorang Perokok Aktif baik dari yang standar hingga yang high performance, seperti :

  1. Merokok itu hanya membuang uang , mereka akan jawab “Bodo, uang-uang ane ndiri kok!”
  2. Merokok itu dapat merugikan kesehatan, mereka akan jawab “Iye Tul, kalo rokoknya dapat, kan ane beli jadi nggak ngerugiin kesehatan Bro!”
  3. Merokok itu dapat menyebabkan kelainan pada kehamilan dan janin, mereka akan jawab “Kan ane nggak hamil dan nggak ada janin di perut ane Bro!”
  4. Merokok dapat menyebabkan Impotensi, eh dia jawab “He…he, yang bawah juga rokok Bro, sesama bangsa rokok toleransinya besar Bro!”

Tuing-tuing-tuing….. puyeng deh kita, nah pendekatan seperti apalagi coba yang mau dipakai, pendekatan agama ‘wah jauh’ – pendekatan psikologi rasa bersalah pada perokok pasif ‘boro-boro’ dia aja nggak bersalah pada dirinya – wah… pokoknya Perokok Emang orang-orang yang Pinter plus Jago Ngelesssss (maaf termasuk penulis…hehehehe).

Tinggal satu pendekatan yaitu Pendekatan “rasa” Cinta dari pasangan atau kekasih hati, walaupun kadang hasilnya Cuma temporer. Tapi apa salahnya itu di coba sebagai pencegahan dini syukur-syukur yang temporer tadi menjadi permanen dikemudian hari …. Hehe, atau malah tambah mantap ngerokoknya wakakakakak (biasa penyakit lelaki bila udah dapat yang dimau biasanya kebiasaan buruknya balik lagi…..heheheh, wadaw… siapa nih yang ngelempar kepala penulis)

Kenapa pendekatan Cinta ini cukup efektif untuk berhasil, ‘ya’ karena apabila seorang lelaki sedang jatuh cinta dia akan berusaha menuruti dan membuktikan kesungguhannya, namun hasil dan efektifitasnya perlu ditelaah dan dipraktekkan sendiri, khususnya bagi rekan kompasianer perempuan yang saat ini sedang berpacaran dengan lelaki Perokok aktif… caranya:

a) Syarat Pra Pendekatan

Berilah syarat dan sinyal awal pada lelaki yang sedang berusaha mendekatimu, dengan ucapan langsung (nggak perlu pengumuman ntar dikau malah nggak laku-laku hehehehe). Contoh : “ehm.. mas, adik suka banget sama kumis mas lho, tapi adik lebih senang lagi deh… ehm kalo mas nggak ngerokok deh, kalau lagi sama adik” , so bayangkan apa yang ada dikepala lelaki yang sedang mendekati kamu…. Hahahaha betul dia akan berhenti secara temporer, setidaknya selama masa pedekate dan yakinlah dia tidak akan merokok didepan dirimu, dan selanjutnya aturan bisa diperketat sampai masa pacaran.

b) Terlanjur Pacaran

Nah, jika ternyata saat ini dirimu telah terlanjur berpacaran dengan lelaki Perokok aktif, tentu nggak bisa ada syarat dong (hehehe… beli barang aja syaratnya didepan kan, selain beli elpiji syaratnya dibelakang…. Kalo elpijinya meledak…wakakakakak). Karena anda emang teramat cinta dengan sang kekasih, dan sekaligus benciiiiiii bangeeeettt dengan bau rokoknya. Lakukanlah saran dalam konteks ancaman dengan santun, gini nih caranya :

“ehm.. mas, bukannya adik nggak sayang lagi sama mas deh, tapi mas …adik mo minta pengertian dikit aja mas, itupun kalau mas mau ngerti sih….. mulai sekarang adik nggak mau lagi deh dicium sama mas, bukan apa-apa mas… lama-lama bau rokok dari kumis dan mulut mas sungguh nggak nyaman banget … ehm, selama ini adik udah berusaha ngertiin lho mas…. Sekarang nggak lagi deh, gantian giliran mas lagi yang ngertiin ya, please ya, please deh mas”. Bayangkan reaksinya bagi lelaki berkumis maupun tidak berkumis, kalau dirimu menyampaikan ini dengan santun. Yakinlah besok-besok malah dia sebelum mau nyium dirimu pasti tidak lupa untuk gosok gigi dulu deh, pastinya…..hehehehehe (tapi ingat kamu harus konsisten jangan pernah mau dicium kalau terhirup aroma rokok dari kumis dan mulutnya…. Konsisten, walaupun keinginan untuk dicium begitu besar hehehehehe Ingat Konsisten).

c) Terlanjur Jadi Suami

Nah, jika ternyata saat ini dirimu telah terlanjur jadi suami dan pasangan hidup seorang lelaki Perokok aktif, tentu ini sudah takdir anda…hahahahaha, tapi ada beberapa langkah yang bisa diambil deh, gini nih :

* Mogok senyum, pasang muka merengut sambil bilang, “ehm… mas rasanya sekarang, mas udah nggak cinta aku lagi deh, mas lebih cinta sama rokoknya deh… sana gih mas kalau mau merokok jangan didalam rumah ya, tuh dibelakang atau diteras gih” ingat masih pasang tampang merengut bin merajuk.

* Mogok diranjang, bilang aja gini “ehm… mas sorry yah jatah malam ini dan malam-malam yang akan datang sebaiknya kita tunda deh, karena mas nggak ngerti-ngerti rokok mas udah meracuni anak-anak lho mas, lagian eneg deh sekarang kalau nyium bau rokok mas… nggak deh mas, kalo masih ngerokok mas ngerokok aja diluar…. Jangan masuk kamar ya sampe pagi” tapi catatannya anda harus benar-benar siap untuk beberapa hari rindu akan belaian suami tercinta ya…hehehehe, kalo nggak siap jangan dicoba….hehehehe.

Nah, kalau semua cara udah dilakukan nggak juga berhasil………… apa boleh buat berarti sudah takdir anda dan terimalah dengan ikhlas takdir tersebut, namun kalo nggak ikhlas juga…. Saya ada satu cara lagi…. yaitu :

“Putuskan dan ceraikan pasanganmu , dan saya siap menerima cintamu”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar