Kamis, 23 Desember 2010

Selarik Do’a untuk Kekasihku


Hari ini kukirimkan selarik Do’a untuk kekasih hatiku, yang sedang didekap oleh perih dan ketak-berdayaan dalam derita yang seakan tak kunjung bosan membelainya.

Ingatkan diriku akan sepenggal ayat dalam kitab suci Al-Quran, yang membuat hati ini malu akan kekuatan, keteguhan dan derajat jiwaku jika kubandingkan denganmu kekasih hatiku…… aku malu, padamu dan pada-Nya.

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati,

padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang

yang beriman. (QS.Ali ‘Imraan:139)

~ *** ~


12929824641602803611

resah by google

Sungguh malu, saat diriku menghadapi kesulitan, diriku bersedih dan langsung bersikap lemah. Diriku hanya diam, menyerah, dan berbicara mengeluarkan berbagai keluh, mengapa diriku seakan seperti tak berdaya. Diriku kadang menyalahkan orang lain, lingkungan, kondisi di sekitar diriku, kadangkala bahkan menyalahkan sang takdir.

Alasan-alasan ini hanyalah bukti kelemahanku, bukti bahwa diriku tidak kuat menghadapi berbagai masalah yang sedang membelaiku, aku malu padamu kekasihku dan sadar bahwa jiwaku tak sehebat jiwamu.

Padahal Tuhan Semesta Alam melarang bersikap lemah dan bersedih. Diriku harus tetap tegar sekokoh batu karang yang setiap waktu dihempas gelombang bahkan sang badai. Percuma aku bersedih atas segala kesulitan dan beban yang menghimpit.

Hapuslah air mata, aku bangun dari tidurku, karena diriku sesungguhnya kuat untuk menghadapi berbagai cobaan yang menerpa dan akan menerpa, jika engkau selalu ada disampingku kekasih.

Sikap lemah dan larut dalam kesedihan tidak akan memberikan solusi bagi diriku. Mengutuk takdir dan memaki waktu? Tidak dijamin melegakanku, malah cendrung menyesakkan saja!!!

Kesedihan yang kurasa malah memadamkan api dalam diriku untuk bertindak menurut kehendak nurani yang benar. Masalah tidak akan selesai hanya dengan ditangisi, diriku harus kuat dan bertindak mengatasi masalah ini, ikhtiar dalam do’a bersamamu Kekasihku.

Langkahku akan gamang, tak jelas arah, dan ujung-ujungnya diriku malah tidak peduli lagi dengan apa yang akan terjadi, menyerah dan pasrah….. tidak!!!

Diriku tidak akan menyerah dan pasrah, senantiasa engkau menguatkanku kekasihku.

Aku malu padamu kekasihku, engkau begitu mulia dan kuat… biar diriku bangkit bersamamu, hapus air matamu, mari bantu aku menguatkan hatiku dan biarkan hatiku mengikat kuat dirimu dalam jiwaku sayang , sehingga takutku dan takutmu menjadi lebur dalam jiwa.

Do’a dariku selalu untukmu Kekasih,

Maafkan diriku hanya sebentuk do’a dari hati terdalamku untuk tabahmu, kuatmu ….

Dan kuharap mampu sedikit mengurangi rasa takutmu… Amien.


Selasa, 30 November 2010

Beruntungkah Kita

Nggak sia-sia punya kawan baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal baik yang langsung maupun tidak langsung, baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan… yang selalu siap memberikan semangat dan menyadarkan tentang eksistensi diri dan cara memandang diri sendiri dari sisi lain yang kadang terlupakan untuk disyukuri……….ehm, seperti biasa ingin pula rasanya berbagi keberuntungan padamu wahai kawanku.

“Kawan…. Jika dihayat-hayati itupun kalau dirimu masih bisa menghayati dan mau menghayati, kita tuh beruntung banget ya? masih bisa bangun pagi hari ini, masih bisa menarik napas, dan tersadar bahwa kita masih hidup. Walaupun bau iler yang membangunkan ente sedikit wah…. tapi nikmat umur udah mulai harus dihayati sedari pagi ini, karena banyak banget yang mungkin semalam atau pagi ini udah keburu daftar masuk UNABA…. Universitas Alam Baka dengan gelar sarjana “ALM” , Jadi marilah kita bersyukur kawan.

“Kawan….. Jika direnung-renungkan itupun kalau dirimu masih bisa merenung dan mau merenungi, kita tuh beruntung banget ya? masih bisa bangun pagi hari ini dalam keadaan badan masih sehat wal-afiat, pikiran masih waras walaupun sebagian dari kita kantongnya agak perih karena dompet mulai nusuk-nusuk bokong sebab isinya udah mulai tipis.. hihihihi. Tapi nikmat sehat ini udah harus kita renungkan sedari pagi ini, karena banyak banget saudara-saudara kita yang hingga hari ini masih menderita dalam sakit. Walau sakit pun anugrah-Nya juga, namun kita selalu berharap sehat yang selalu diberikan-Nya. Jadi marilah kita bersyukur kawan.

Kawan….. Jika dipikir-pikir itupun kalau dirimu masih bisa mikir dan mau mikir, kita tuh beruntung banget ya? Masih ada makanan dirumah walau tinggal mie rebus ama mie goreng, telur, plus cabe sisa gorengan. Lalu masih bisa tinggal dalam rumah walaupun rumah ente rumah kost atau kontrakan atau vila mertua indah atau rumah keluarga, syukur-syukur rumah sendiri, asal jangan rumah tetangga. Ente masih bisa tidur dikasur, walaupun kasurnya udah bau iler plus tak empuk lagi, masih bisa mandi dan gosok gigi tiap hari plus meni-pedi dengan jepitan kuku sendiri…. Wuihhhh. Tapi nikmat ini luar biasa kawan, pikirkan berapa banyak saudara kita yang masih tinggal dipinggir jalan, dibawah kolong jembatan, diemperan toko… pikir kawan… pikir, mereka kedinginan, kepanasan… Jadi marilah kita bersyukur kawan janganlah kau mengeluh kawan.

“Kawan….. Jika dibayang-bayangkan, itupun kalau dirimu masih bisa membayangkan dan mau membayangkan, kita tuh beruntung banget ya? masih punya uang dikantong walau hanya seratus ribu saja, malah mungkin puluhan ribu saja. Karena kutahu ini tanggal tua dan gajian masih beberapa hari lagi…. Tapi nikmat ini luar biasa kawan, bayangkan berapa banyak saudara kita yang dikantongnya kadang nyaris nggak ada isi-nya, nggak peduli tanggal muda atau tanggal tua, dan bayangkan saudara-saudara kita yang masih menganggur tanpa adanya kesempatan bekerja seperti dirimu… Jadi marilah kita bersyukur kawan dan janganlah melulu menggerutu Kawan.

“Kawan….. Jika dihayat-hayati, itupun kalau dirimu masih bisa menghayati dan mau menghayati, kita tuh beruntung banget ya? masih punya cinta dan kasih sayang, baik cinta pada diri sendiri, kekasih, keluarga, tetangga, saudara, sahabat, asal jangan cinta sama istri tetangga ja….. Tapi nikmat ini luar biasa kawan, bayangkan berapa banyak saudara kita yang sedang patah hati, duka lara, dan saudara-saudara kita para TKI yang jadi korban penganiayaan. Dan hayati juga bahwa banyak saudara-saudara kita dibelahan dunia lain yang hidupnya menderita, tersiksa, teraniaya oleh pemimpin-pemimpinnya yang tak punya rasa cinta dan kasih sayang terhadap rakyat dan bangsanya.… Jadi marilah kita bersyukur kawan dan buanglah benci dihatimu , dan yakinlah bahwa semakin banyak cinta maka dunia akan semakin baik kawan.

“Kawan….. ada nikmat yang paling penting dari semua nikmat diatas kawan….

Nikmat ini adalah pengikat dan sumber dari seluruh nikmat-nikmat diatas kawan. Nikmat ini biasa kita sebut dengan nikmat Iman kawan…………… wahai kawan engkau bertanya kenapa begitu kawan?

Karena tanpa ada iman, apapun iman-mu kawan yakinlah tak akan ada rasa syukur dan rasa cukup dihatimu. Jika rasa syukur dan cukup tadi tak ada dihatimu, maka engkau akan terlepas dari nilai-nilai hakikimu sebagai manusia kawan…. Jadi marilah kita bersyukur kawan dan jadilah insan yang lebih baik lagi dihari ini dan besok….. kawan, Amien.

12909690921088549601

Minggu, 28 November 2010

“Gadis dalam Kotak Kaca”

Sepi… bagai sahabat hati yang sunyi, Gadis dalam kotak kaca.

Gadis dalam kotak kaca…. Itu termenung memeluk kaki disudut kamarnya dalam kesendirian diantara sakit dan perih, diantara rindu dan benci, diantara harap, do’a dan kepasrahan yang terselip di kisi-kisi hati lembutnya.

* * *

1290791277642635533Fenomena Gadis dalam Kotak Kaca

Banyak gadis seperti ini, terkukung dalam dunia kecil yang diciptakan sendiri oleh pikirannya. Hal yang mempengaruhi kenapa gadis-gadis ini seolah berada dalam kotak kaca yang selalu mengelilinginya bagaikan suatu penghalang tak langsung dengan dunia luar, ini yang mau saya bahas kali ini karena kadang gadis dalam kotak kaca kadang-kadang kehilangan rasa bahagianya.

Biasanya gadis dalam kotak kaca awalnya adalah anak-anak manis yang manja. Kemanjaan seorang anak itu biasa dan suatu hal yang wajar, malah aneh jika seorang anak gadis tidak bermanja ria dengan ayahnya. Namun yang menjadi permasalahan anak-anak manis ini semakin kesini malah semakin akrab dengan sikap manja ini dan cendrung membuatnya menjadi anak papa atau anak mama, kalau untuk kasus kali ini biasanya anak papa, dan celakanya lagi sikap manjanya ini tanpa terasa mempengaruhi pola pikir orang tuanya. Pola pikir dan sudut pandang yang tanpa disadari menjadi protektif pada anaknya yang beranjak menjadi gadis remaja yang cantik.

Biasanya orang tua mereka adalah para aristokrat, pejabat, pengusaha, atau seorang aparatur keamanan yang memiliki jiwa yang kuat dan dominan dalam keluarga.

Berlimpahnya kasih sayang dari orang tua dan keluarganya, menyebabkan gadis-gadis dalam kotak kaca biasanya terlambat menjadi mandiri, walaupun mereka dalam perjalanan hidupnya beberapa waktu harus terpisah dengan lingkungan keluarganya, karena kenyamanan yang mereka rasakan selama ini sungguh membuainya dan malah menjadikannya tergantung banyak pada orang lain. Ehmmmm… paling parah mereka kadang dalam kehidupan sehari-harinya cendrung berantakan dan tidak rapi…. Buku lempar disana, pakaian kotor gantung disini, boneka-bonekanya disudut sana… walah, tapi sungguh aneh ini salah satu daya tarik mereka……. Daya tarik yang memikat sekian banyak lelaki, karena mereka beda.

Cantik adalah ciri-ciri gadis dalam kota kaca, mereka cendrung lebih cantik dari pada anak-anak gadis seumurannya, manis, kalem dan cendrung sangat santun. Ciri lainnya yang mencolok adalah biasanya gadis-gadis dalam kotak kaca biasanya merupakan anak perempuan tunggal dikeluarga itu atau anak perempuan satu-satunya dalam keluarga. Nah lho, bukankah mereka akan menjadi “gadis tomboy”? benar kecendrungan itu ada, tapi kebanyakan yang terjadi mereka malah menjadi gadis-gadis dalam kotak kaca, yang tersenyum bahagia hingga suatu ketika.

Gadis-gadis dalam kotak kaca biasanya sangat pintar, smart dan berwawasan luas. Karena kegiatan yang mereka lakukan banyak didalam rumah, membaca, mendengarkan lagu, menulis maupun melukis adalah hobby mereka… hobby anak rumahan.

Seiring dengan waktu, anak-anak ini tumbuh menjadi gadis-gadis remaja yang menyenangkan. Sangat disukai oleh banyak laki-laki karena mereka memang begitu memikat dan secara alami terlatih tanpa disadari untuk memikat kaum lelaki. Kenapa begitu ? tentu selain karena mereka identik dengan kecantikan yang diatas rata-rata, biasanya mereka cendrung smart dan cukup percaya diri. Lho, kok bisa begitu? Tentu karena mereka sedari kecil telah memikat hati papanya sedemikian rupa…. Sungguh seorang gadis idaman para lelaki.

Pada suatu masa gadis-gadis dalam kotak kaca ini jatuh cinta…. semua berubah, dunia mereka pun berubah, cinta merubah mereka dan mereka keluar dari kotak kacanya. Tapi yang tidak berubah, ketika memutuskan mencintai seseorang mereka lebih memilih pasangan yang telah direstui oleh orang tuanya dengan menentukan pilihan yang direferensikan, malah yang lebih ekstrem sebagian lagi secara tidak disadari oleh mereka memilih tipe laki-laki yang mendekati sosok ayah yang sangat dicintainya….. ehm itulah gadis dalam kotak kaca yang manis dan indah kadang tak mampu disentuh oleh para lelaki, yang hanya dapat gigit jari memandangnya dari luar kotak kaca yang selalu melingkupinya.

Suatu ketika, saat patah hati tiba, saat kehilangan tiba, sakit teramat menyiksa tiba, saat satu-demi satu yang menyayanginya pergi, mereka menarik diri tanpa disadari masuk kembali lebih dalam ke kotak kaca yang selama ini seakan tak mau jauh-jauh dari dirinya.

Disinilah awal kesunyian, kesepian, kepedihan, ke tak-percayaan diri memukul eksistensi dirinya. Sudut pandang mereka berubah…. Lebih dalam lagi masuk kedalam kotak kacanya, namun satu yang menguntungkan dengan situasi ini, mereka lebih mengenal dirinya, lebih mengenal Tuhan-Nya, lebih mengenal mimpinya, lebih mengenal keinginannya, lebih mengenal rasa dirinya, lebih mengenal hasratnya.

Gadis dalam kotak kaca, kamu indah, kamu anggun, kamu manis, kamu memikat, kamu hampir memiliki segala yang dimimpikan oleh setiap lelaki dan gadis lain dimuka bumi ini….. buka hatimu, buka mata-hatimu, buka angan-mu, buka imaji-mu, beri kesempatan hasratmu, inginmu, rasa-mu bertabur diantara kerling dunia yang begitu memikat.

Buka pintu kacamu itu, keluarkan semua ke tak-percayaan dirimu, kegundahan hatimu, gejolak jiwamu… buang itu semua… singkirkan dari kotak kacamu yang mulai memburam itu….. jika perlu pecahkan kaca itu.. pecahkan saja.

Hingga hilang dan pupus semua rasa sepi dihatimu, sisihkan, pinggirkan kesunyian itu. Lalu berbahagialah, karena engkau memang berhak untuk bahagia dan kau pantas menikmati rasa cinta, keluarlah dari kotak kacamu, melangkah lihat lampu temaram jalan dimalam hari, kerlap kerlip cahaya mall dan tempat ngeceng yang membuatmu bahagia.. hahahahahahahahahaha.

Cukup sudah tentang Gadis-Gadis dalam Kotak Kaca, semoga engkau berbahagia.

gambar dari google

Sabtu, 27 November 2010

Tanpa Sadar Ku“Bunuh” Sobatku

Tak terasa udah tiga bulan hampir ku banyak menghabiskan waktu di depan screen, nggak dikantor, nggak dirumah, nggak dijalan, nggak pagi, nggak siang, nggak sore, nggak malam. Tanpa sadar ku telah lupa bersosialisasi dan berpelukan dengan Sobat-Sobatku di dunia nyata…. Sungguh kompasiana telah membuai dan membuat pola hidupku hampir tiga bulan ini berubah tanpa kusadari.

Ehm… Sobat-Sobatku mulai merinding dengan kegiatanku tiga bulan ini, padahal selama ini walaupun diriku senang berada di depan screen dan meluncur kesana kemari di dunia maya, tapi tidak seperti ini, sungguh mereka merasa diriku mulai menjauh nggak pernah kongkow-kongkow ngobrolin yang nggak pantas diobrolin saat malam tiba, jangan ditanya kekasih hatiku di dunia nyata pun sudah mulai masang muka masam…. Ehm, namun disini di tempat ini pun kutelah bertemu dengan Sobat-Sobat imajinatif yang sangat beragam, ada yang jelek, ada yang keren, ada yang pintar, ada yang lebih goblok dariku ada yang aneh dan ada juga yang religius dan ada pula yang kucinta.

Ehm… baiknya kumulai menata hati dan pikirku kembali untuk mereka diwaktu-waktu rindu pada mereka……… Sobat Dunia Nyata, ehm…. Sobat Dunia Maya.

Ehmm…. Mungkin pikirku persahabatan ini mestiku ikat lebih kuat sekuat tali pusar seorang bayi , karena ku tak ingin tanpa sadar ku “Bunuh” Sobatku, kurenung dalam pikir :

Wahai Sobat mungkin kau pikir diriku sedang sibuk sehingga kau pun tak hendak menggangguku, padahal aku sedang tak sibuk.

Yang kutakut lama-lama dirimu akan menjadi acuh padaku, karena hampir tak ada gelakku dan gelak kita hampir tiga bulan ini.

Ehm.. akhir yang kutakut mereka akan berpikir “Ngapain aku yang menghubungi kamu duluan Bro ? ente aja sibuk nggak nentu mulu!!“

Kalau sudah begini tali kuat dalam persahabatan tentu akan lekang, alhasil antaraku dan Sobatku bisa lupa bahwa kami sahabat…

ehm…kalau itu terjadi, maka benarlah aku yang membunuh Sobatku.

Wahai Sobat maafkan aku, kusadar komunikasi kita sangat penting dalam hubungan ini, kuharap minggu ini kita bisa bersenggama dalam suara sebagaimana biasanya.

Wahai Sobat tegur aku, jika aku mulai lupa dan sombong, tegurlah aku jika aku mulai lupa dan angkuh, tegurlah aku jika mulai salah.

Karena aku masih sangat butuh Sobat seperti kalian di Dunia nyata ini, hari ini dan untuk selama - lamanya.

Hei.. Sobat biar kulihat lagi postingan lama darimu ini biar mengingatkan diriku akan arti dirimu bagiku dan arti persahabatan kita :

Persahabatan kita… bagai ikatan persaudaraan

Saat engkau tertawa, akupun tertawa

Saat engkau menangis, akupun ikut menangis

Saat engkau terjatuh dari sepeda bututmu, akupun tertawa sambil menangis.

Kita wahai Sobat, bukanlah seperti Gunting meski

menyatu namun Hakikatnya berjalan sendiri

Wahai Sobat kita bagaikan jarum, meskipun menusuk dan menyakitkan

Tapi menyatukan apa yang terpisah

Kadang diri ini sadar terlalu sembarangan mengungkap

Kata, mengejek, menghinamu, melecehkanmu dalam canda tawa

Tapi, hatiku tak sedikitpun berniat melukaimu

Kita bukan Sobat saat senang, karena kita saling sapa dalam ingat

Dalam jujur dan peduli tak ada iri secuilpun, walau pacarmu lebih cantik dari pacarku.

Satu ditimur yang satu dibarat Sobat tetap ku ingat.

Bulan boleh bulat, besipun boleh berkarat, gunung boleh meletus

Tapi persahabatan tak akan kubiarkan terbunuh.

“Sepi” Bukan Berarti “Hilang”

“Diam “Bukan Berarti “Lupa”

“Jauh” Bukan Berarti “PUTUS”

Hanya renungan saat sadar telah tiga bulan di Kompasiana, tanpa sadar Sobatku telah menunggu dan merasa kehilangan diriku di Dunia Nyata.

Sobatku di Dunia Maya yang melenakan, tetaplah menjadi Sobat bagiku…. Karena kalian inspirasiku, tawaku dalam sepi dan jenuhku.

Well, Bagi Sobat-Sobat Kompasianer yang sedang mengalami hal sepertiku, mari-mari dan mari…

Karena ntar malam minggu…. Jangan lupa luangkan waktu untuk Sobat-Sobat kita di Dunia Nyata, sebelum tanpa sadar engkau telah membunuh Sobatmu di sudut sana.

Gambar dari uncle google

Kamis, 25 November 2010

“Andai Aku Positif HIV/AIDS”

12904521371362299849Timbul renungan yang teramat perih setelah menjelajahi relung ketahanan jiwa yang paling dalam. Saat melihat seorang kawan harus menderita penyakit yang mematikan … HIV/AIDS, waktu dihitung detik demi detik…… berat.

Tapi apa yang kutemukan padanya , tidak dia tidak melemah, dia tidak menyerah dan dia tidak mengeluh salutku untuknya. Walau ketika pertama kali dia tahu bahwa dia mengidap penyakit ini, dia shock, stress, geram, putus asa bahkan menyalahkan Tuhan. Sungguh waktu juga akhirnya yang mampu memperbaiki keadaannya. Sang waktu membuka tabir bagi kelemahan dirinya dan sang waktu pula memberi kesempatan baginya untuk menikmati sisa-sisa hidupnya saat ini, walau waktu juga tak rela untuk ditawar memberi tenggat bagi batas umurnya.

Kesadarannya muncul bahwa dengan waktu yang sedikit yang tersisa bagai terseret oleh kaki-kaki lemasnya yang mulai mengeriput, mengecil dan kurus, dia harus bisa lebih mensyukuri apa yang telah lalu serta telah dinikmatinya serta lebih dalam menundukan kepala mohon ampun pada-Nya atas setiap kesalahan yang telah dilakukannya. Kawan engkau memang menderita tapi engkau dipilih Tuhan karena engkau pantas dan kuat untuk di uji-Nya. Bukankah seluruh kejadian dan apapun yang dialami oleh manusia dimuka Bumi ini telah digariskan serta atas persetujuan-Nya…. Itu pasti dan yakinlah bahwa Tuhan hanya memberikan ujian sesuai dengan kemampuan hamba-Nya dalam menerima ujian dari-Nya.

Kawan… aku malu melihat kau yang tabah siap menunggu waktu dan menunggu saat itu tiba, bagai menghitung menit demi menit dan detik demi detik bersujud ikhlas pada-Nya.

Berpikir dalam renungku, apa yang terjadi pada diriku jikalah aku yang diberikan Penyakit ganas itu. Apakah aku sanggup menjalani semuanya hanya satu jawabnya “MINTA AMPUN TUHAN”

Benar kawan… sepertinya dengan mengukur diriku saat ini kayaknya aku harus jujur, bahwa aku sungguh pasti tidak akan mampu menerima hal itu jika terjadi dan dipastikan tidak akan sanggup menghadapinya dengan ke-ikhalasan sebagaimana yang diharapkan-Nya.

Nah…. kesimpulan yang dapat kuambil adalah sebaiknya tulisan ini kuakhiri saja karena membayangkan hal itu terjadi padaku pun, aku sudah nggak kuat apalagi kalau hal itu benar-benar terjadi padaku.

Mulai saat ini marilah aku dan kamu sahabat yang masih dalam keadaan sehat tak kurang suatu apapun walaupun engkau nggak ganteng, nggak kaya, nggak pintar, doyan makan dan jarang mandi *Profile Joko Erdhianto*.

Walaupun sejelek si Joko kita harus lebih mensyukuri apa yang ada pada kita, apapun kekurangan kita. Dan tak selalu hanya memikirkan apa yang tidak ada dan tidak kita punyai. Kesadaran akan rasa syukur dalam sehat dan keadaan baik saat ini, itulah yang lebih utama daripada apapun juga

dan nikmati rasa itu dengan rasa syukur dan bahagia.

Tulisan ini ku dedikasikan sebagai renungan agar lebih menikmati saat yang ada sekarang dan selalu mengingat rasa syukur atas seluruh karunia yang telah diberikan-Nya padaku, semoga Kawan yang sedang mendapat cobaan dapat tabah………Konon waktu adalah obat yang paling mujarab baik saat dia bergerak maupun saat sang waktu telah berhenti berdetak.

gambar dari uncle google.

Senin, 08 November 2010

Di Panti Pijat Plus (Suatu Ketika)

Terinspirasi oleh tulisan yang saya baca tadi pagi, dari seorang sahabat Kompasianer “Neng Hanah” namanya, seorang wanita yang berjuang bagi kaumnya nih link-nya.

http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/06/biang-keladi-trafiking-di-jawa-barat/

So.. what!! Apa hubungannya dengan judul posting saya diatas, well nyaris nggak ada kelihatannya , tapi ntar dulu pasti ada hubungannya. Dan saya hari ini menyatakan sebagai seorang yang telah dari dulu membenci human trafiking yang saya anggap sebagai tindakan seekor burung bangkai, terkhusus kalau yang jadi korban gadis-gadis muda yang tidak berdosa dan harusnya menikmati keremajaan mereka. Hanya satu kata Damn’s you Bastard, Don’t you Touch our Girls” karena saya mencintai keindahan Tuhan yang satu ini dalam arti sejatinya.

Well, gini nih ceritanya …. Saya emang suka sekali untuk dipijat, dan kebiasaan ini biasanya saya lakukan dulu hampir setiap bulan (kalo sekarang nggak lagi deh… agak males, karena jarang dapat tugas ke lokasi lagi belakangan ini). Nah biasanya kalo saya Pijatnya di Tempat Sinshe yang memang menyediakan para Tukang Pijat yang emang udah expert soal pijat-memijat karena sudah dilatih ama tuh Shinse. Yang mijat ya Wanita juga Bro… tapi mereka sudah tidak muda lagi, paling muda sekitar 27 Tahunan paling tua umur 50 tahunan plus juga ada (dan konfirmasi sorry Bro, ane anak alim jadi nggak macam-macam kalo di tempat pijat tua muda nggak masalah yang penting badan enak kepala ringan Bro…. entah kalo ente wakakakakakakak).

Kita balik lagi ke topik I hate human trafiking-nya Neng Hannah. Suatu ketika saya diajak oleh seorang teman yang kebetulan ada free voucher massage berlebih, disebuah hotel yang menyediakan all in one services termasuk pijat, sauna dan lainnya. Yups, tentu saya tidak menolak hitung-hitung free alias gratis Bro… kalo ente nolak mah itu namanya somsee & jaim.

Singkat cerita, kami berempat berangkat menuju hotel yang dituju. Nah sampai di Hotel, kami langsung diberi baju mirip kimono tanpa bawahan plus sandal ganti, lanjut masuk keruangan masing-masing. Ruangan tersebut nggak terlalu luas dihiasi lampu temaram yang bikin ngantuk plus pasti ada setannya.

Sreet… pintu dibuka , walah-walah seorang anak gadis paling seumuran 16-17 an tahun gitu. Perasaan saya udah nggak enak “nih anak pasti nggak bisa mijit nih, asli … walah gawat nih”.

“Telentang mas, tadi mintanya pijat yang little hard-kan” ujarnya.

Tanpa banyak omong daku telentang seperti yang disuruhnya. Ehm… ternyata pijatan gaya Thailand menggunakan kaki-kakinya lumayan enak, setelah itu dia memijat bagian kaki dengan tangannya, lanjut keseluruh tubuh, hingga ke bagian kepala. Diantara selang waktu memijat inilah, sebagai orang yang nggak bisa berdiam diri terjadi percakapan antara kami.

Diriku : “ehm.. de, sudah lama kerja disini?” tanyaku

Dia : “nggak mas baru kok, baru jalan sebulan ini mas” ujarnya

Diriku : “ehm.. tapi kayaknya kamu udah pinter mijat ya?” tanyaku lagi.

Dia : “Iya mas, sebenarnya saya hasil rolling dari Bandung Mas, tadinya disana” jawabnya

Diriku : “ehm… nama kamu siapa? Umur kamu berapa ya?” tanyaku lagi.

Dia : “Nama saya Ema, mas … umur saya 18, mas” jawabnya.

Diriku : “Lho, emang kamu nggak sekolah?” tanyaku.

Dia : “Iya mas, saya Cuma tamat smp, dikampung susah Mas, lalu diajak teman kerja di kota”

Diriku : “eh, orang tua kamu gimana? Kok bisa kamu kemari gimana ceritanya?” tanyaku lagi

Dia : “mo, gimana lagi mas … dikampung susah, orang tua ya bolehin aja, kalo kesini sih udah diatur ama teman mas, rolling juga dari cabang yang di Bandung mas?” jawabnya

Diriku : “Lho… jadi udah lama dong kamu kerja ginian ?”

Dia : “Iya, mas udah hampir 2 tahun lebih deh kayaknya” jawabnya

Diriku : “kamu nggak coba cari kerja yang lainnya? dan tiap tahun pulang kampung kan?”

Dia : “nggak bisa mas, lagian cari kerja lain mah susah mas, iya tiap lebaran saya pulang kampung ke *suatu nama daerah di Jabar* “ jawabnya.

Diriku : “ehm… orang tua kamu nggak marah kalau tahu kamu kerja ginian?”

Dia : “eh.. orang tua sih nggak tau mas, mereka cuma tahu kalo saya kerja di sini kerja di Pabrik mas, karena dulu teman yang ngajak saya juga pamitnya tuk kerja di pabrik mas” ujarnya.

Diriku : “ehehmmm, gitu… lalu kenapa kamu nggak coba aja keluar dari pekerjaan ini dan coba kerja di pabrik, nah disinikan banyak pabrik tuh” ujarku.

Dia : “gak bisa mas, kami harus bayar biaya-biaya yang udah dibebankan ke kami mas kalau mau keluar dari sini” ujarnya.

Diriku : “maksudnya, biaya apa? Untuk apa dan berapa nilainya?” tanyaku lagi dengan penasaran.

Dia : “ya, biaya transport kami dari kampung, biaya hidup kami disini, tapi yah dicicil sih setiap harinya mas, tergantung banyaknya tamu… kalo sekarang saya mo keluar paling dikit harus bayar luas sekitar 10 jutaan deh mas, gimana mo cari uang segitu mas” ujarnya lagi.

Diriku : “nah, berarti kalian sengaja diperas kalo gitu, sialan juga ya yang usaha ini” ujarku.

Dia : “yah, gimana lagi mas…. Namanya juga butuh duit mas, bisa bantu orang tua untuk adik-adik yang masih kecil mas” sambil tersenyum dia berujar.

Diriku : “kasihan juga ya, kalian” ujarku.

Dia : “mas yang satu itu mau dipijit juga nggak sekalian biar tambah enteng” ujarnya datar.

Diriku : “walah… jangan kalo yang itu biar dipijat sendiri aja… jangan makasih” ujarku terkejut (enak aja, cape-cape jaga keperjakaan masa mo dilepasin ditempat ginian…hehehehehe).

Setelah memakai kimono kembali, sambil mengucap terima kasih, karena kasihan saya berikan uang tips yang lumayan padanya, semoga bermanfaat untuk keluarganya dikampung, dan dia berterima kasih atas hal itu.

Hingga hari ini, saya udah nggak mau lagi pergi ke panti pijat plus seperti itu baik di Hotel, di Ruko atau di Club yang banyak dan tumbuh menjamur di kota kami ini, mending kalo mo mijat balik ke tempat Shinse tadi, walaupun yang mijat tua-tua tapi mereka bener-bener mijat.

Begitulah yang terjadi pada gadis-gadis remaja yang memilukan ini, semestinya mereka masih bisa tertawa bersama teman-teman sekolahnya menikmati masa mudanya, berpacaran dan pergi nonton bioskop seperti dulu yang sering kulakukan. Kasihan mereka, berada dalam Penjajahan dalam arti yang sesungguhnya. Diperas, Dirantai, kadang sebagian dari mereka malah sering kali mendapatkan pelecehan sexual dan beban perasaan yang berat untuk dilawan… momok paling utama yang menjadi penyebab adalah faktor ekonomi dan pendidikan, serta pola pikir yang lebih menitik beratkan pada kenikmatan ekonomi. Sudah saatnya setiap orang tua di pelosok negeri ini tidak merelakan anaknya yang pergi jauh ke daerah lain tanpa kejelasan yang pasti dan tanpa kontrol hanya karena alasan sang anak mampu membantu ekonomi keluarga. Berbakti itu bagus tapi sesuatu yang baik pun ada cara yang baik pula.

Well, Bro & Sis… cukup dulu renungan tentang Human Trafiking jenis ini, malah sebagian dari mereka akhirnya terjebak sebagai pekerja sex komersial. Dan kasus-kasus ini banyak terjadi di Negara yang kita cintai ini.

Semoga Saudari Kita Neng Hanah dan koleganya dapat meminimalkan serta dapat mengantisipasi kejadian-kejadian seperti ini, sehingga akan banyak yang tertolong.

Selamat Berjuang Neng Hanah. Kalo saya mah berjuangnya, dengan tidak akan pergi ke tempat seperti itu lagi, sehingga mereka kehilangan pelanggan yang baik seperti saya, sehingga akhirnya bangkrut.

Minggu, 07 November 2010

Kau Bukan Ibuku!! (Renungan)

Entah karena cuaca yang kurang bersahabat, langit gelap hujan tak berhenti. Ehm, suasana yang membuat hati menjadi melankolis dan sedikit sendu.

Sungguh sendu plus ditambah postingan bbm dari sahabatku di dunia nyata yang bercerita tentang kejamnya hati seorang wanita, well tak ada salahnya jika kuberbagi pada kalian sehingga menambah sendu hati kita di weekend yang mendung ini :

Alkisah, di Singapura menurut temanku ini ada seorang wanita sedang mengalami kegundahan dan penyesalan tiada henti karena kebodohan dan keangkuhannya terhadap Ibunya…. Begini ceritanya :

“Ibuku hanya punya satu buah mata yang berfungsi diwajah tuanya, aku membencinya… karena itu memalukan bagiku” ujarnya.

“Ibuku bekerja sebagai tukang masak di Junior High School tempatku bersekolah untuk membiayai hidup kami, pada suatu hari ibuku datang kedalam kelasku dan beliau menyapaku”

Aku sangat-sangat malu pada teman-temanku sehingga aku mengacuhkannya dan berlari pergi.

Keesokan harinya, teman-teman mengejek diriku dan kekurangan ibuku, ingin rasanya aku menghilang dan raib saja dari dunia ini.

Saat pulang kerumah karena perasaan malu yang tak tanggung kutahan, tanpa sadar ku berteriak pada Ibuku “Ibu, jika kau hanya ingin membuatku menjadi bahan tertawaan, kenapa kau tak mati saja!!!” ku sungguh marah saat itu.

Dan saat itu kubertekad untuk keluar dari rumahku dan tidak berhubungan dengannya sama sekali. Akupun belajar dengan semangat plus diparuh waktu bekerja part time, hingga akhirnya aku mendapat beasiswa belajar disalah satu Perguruan tinggi ternama di Singapura. Lalu ku menikah, punya 2 orang anak dan sungguh kehidupan yang bahagia dengan suamiku.

Sampai suatu hari Ibuku, datang untuk menjenguk ke apartement kami. Saat di depan pintu, anak-anakku yang melihatnya menjadi ketakutan. Saat itu juga ku berteriak Beraninya kau datang kerumahku, pergi dari sini, kau hanya menakuti anak-anakku!!” ujarku dengan marah.

Ibuku terkejut dan hanya berucap “maafkan saya, mungkin saya salah alamat ujarnya pelan dan getir.

Ehmm… setahun kemudian setelah kejadian hari itu, ku menghadiri sebuah acara reuni Junior High School-ku dulu, sempatku melihat rumah dimana aku tinggal saat itu. Dalam obrolanku dengan tetangga rumah itu, dia berkata bahwa Ibuku sudah meninggal, aku tidak meneteskan setitikpun air mata. Tetangga tersebut hanya menyerahkan sebuah surat titipan dari Ibuku, dan pesannya aku harus membaca surat itu. Lalu dengan rasa kecut kubuka dan kubaca isinya :

“Anakku tercinta, aku memikirkanmu setiap saat, maafkan aku saat datang ke rumahmu dan sehingga menakuti anak-anakmu dan maafkan juga ketika dulu aku telah membuatmu malu didepan teman-temanmu, semoga engkau mengerti anakku. Mungkin perlu kusampaikan padamu anakku, waktu dirimu kecil engkau kehilangan satu matamu anakku, sebagai Ibu tak akan kubiarkan dirimu tumbuh hanya dengan sebuah mata, jadi kuberikan mataku untukmu. Aku bahagia karena anakku akan memperlihatkan seluruh dunia untukku dengan mata itu… hanya untukmu anakku”.

Maka tak dapat menahan tangis, wanita itu menangis dalam sesal yang tak mungkin dapat disesali lagi, karena semua telah terlambat.

Sungguh kasih Ibu sepanjang masa, kasih anak hanya sepanjang ingat.

Well, sayangi ibumu, orang tuamu, saudaramu, sahabatmu, dan manusia lain yang engkau pedulikan dan memperdulikanmu apapun kondisinya, terima apa adanya janganlah karena phisik seseorang mengecilkan arti kasih sayang sejati yang telah dititipkan dihatimu oleh-Nya.

Well, sekian dulu untuk kesenduan disiang ini, diantara langit mendung dan cuaca dingin ini.

Gambar dari uncle google

Sabtu, 06 November 2010

Menjawab Somasi dari Amalludin eRTe

Sehubungan dengan adanya Somasi yang ditujukan kepada Tn.Herry F seorang Pengusaha mudah-mudahan selamat sampai tujuan dan dijauhkan dari setiap kemalangan dan bencana, serta beliau pun merangkap sebagai seorang Buruh Ogah-ogahan yang senantiasa memburu-buru wanita, sebagaimana link :

http://hiburan.kompasiana.com/group/humor/2010/11/04/somasi-untuk-herry-f/

Sehubungan Tn.Herry F sedang ada acara dari Pengajian RT malam Jum’at, hingga acara urung rembug wacana Pemindahan Gunung-Gunung di Indonesia ke Kutub Utara, maka dengan ini saya selaku Pengacara Tn.Herry F akan menjawab SomaSI dari Amalludin eRTe tersebut :

· Menolak Pernyataan sebagai Pembalak alias Pembajak Lagu berikut :

Nenek Moyangku orang pelaut, punya senjata dibawah perut,
bisa mengembang, bisa mengkerut, kalau menembak, besar diperut” (versi Spiderete Gendut bau)

“Nenek Moyangku ISTRInya seorang pelaut,
punya SARUNG senjata dibawah perut,
bisa mengembang, bisa mengkerut, kalau DITEMbak, besar diperut..(versi Fleeboy Kenthi
r)

· Karena Lagu tersebut diciptakan oleh : “Andreaneda Andrade” hehehe ini orangnya kerenkan , salah satu Pencipta lagu berbakat di Planet Kenthir , Photo :

· Pertama kali dirilis di sini Link :

http://hiburan.kompasiana.com/group/humor/2010/11/03/awas-gilakenthir/

· Selanjutnya lagu tersebut telah di Publish serta mendapat ijin oleh si Pencipta Lagu di Link :

http://hiburan.kompasiana.com/group/humor/2010/11/04/ciri-ciri-orang-planet-kenthir/

Karena tuntutan ini telah salah alamat baik rumah maupun lapak dan tapak kaki salah melangkah, maka dengan ini kami menolak SomaSI dari Saudara Amalluddin eRTe alias SPIDERETENETE Gendut Bau tersebut.

Sehubungan dengan telah terjadinya Pencemaran nama baik yang menyangkut Pembunuhan Karakter seorang Nasionalis seperti Tn.Herry.F, maka atas nama, muka, rumah, pakaian, kolor beserta nyonya dan pembantu-pembantunya Tuan Herry.F, dengan ini saya mengajukan tuntutan ganti untung berupa :

1) Pembebanan biaya Bedah Rumah plus Vila plus Apartement di Singapur.

2) Penyerahan secara suka rela Ibu eRTe, beserta Ibu-Ibu PKK anggota RT Kenthir

3) Baju Kebesaran Spiderete plus bau yang lengket selama 7 bulan tidak dicuci.

4) Jamu, Sarung, PD = Pakean Dalemannya Plus baunya juga selama 7 bulan tidak dicuci.

5) Mendapatkan gratis iuran sampah selama 7 Tahun, Plus Kandang ayam beserta Tikus & Cicak.

Tuntutan balik ini berlaku hingga 5 x 30 Menit mulai dari sekaranggggggggg…. WIK.

Dan Konferensi Pers ini ditayangkan melalui Stasiun TV Planet Kenthir plus salam sayang pada SPIDERMAN Gendut yang sebentar lagi Bangkrut wakakakakakakakakak , dalam Acara :

“Kekenthiran dalam Berita”

Tertanda

Fleeboy Kenhtir (Pengacara Tn.Herry F)

FKPPI (Front Kesatuan Pembangunan Pemuda Indokenthir)

ITT-PHB (Ikatan Tali Temali – Pria Hidung Belang)

PP-KBB (Persatuan Pemuda – Kenthir Bersatu Bersama)

Kamis, 04 November 2010

Rantang Isi 8# Inspirasi Pagi

Hem… semalam hujan, kemarin hujan, kemarinnya lagi gerimis. Alam kelihatannya emang sudah malas bersahabat dengan kita. Tapi itu sih baru hujan, sedang saudara-saudara kita di Wasior, Mentawai dan Merapi lebih menggenaskan lagi.

Tapi hidup memang harus berjalan teruuuuuussssss… apapun yang terjadi. Okelah tulisan ini kuharap bisa menjadi bekal rantang bontot Inspirasi bagi kita di Pagi yang cerah malu-malu ini :

Rantang #1

“Saat kita bangun di pagi hari, kita punya 2 pilihan sederhana, kembali tidur dan bermimpi atau segera bangun mengejar mimpi-mimpi kita, karena Pilihan sepenuhnya milik kita” Mohon maaf selain hari minggu mimpi berkeringat masih bisa diterusin.

Rantang #2

“Jangan biarkan seseorang menjadi Prioritas dalam hidup kita, Ketika kita hanya menjadi Pilihan untuk hidupnya, suatu hubungan harus berjalan dengan baik ketika itu semua seimbang”. Mohon maaf selain Bos Ente , gajian-nggak gajian ente harus tetap menjadikan tempat anda mencari sesuap nasi plus semangkok berlian harus tetap menjadi Prioritas.

Rantang #3

“Jangan pernah berkata SIBUK, NGGAK PUNYA WAKTU…. Karena saat kita berkata sibuk, maka kita tidak akan bebas. Ketika kita berkata tidak punya waktu, maka kita tidak akan pernah punya waktu, ketika kita menunda sesuatu maka hari esok sebenarnya tak akan pernah datang” Mohon maaf kalo perlu pura-pura nggak sibuk aja walaupun sibuk jangan diperlihatkan dan katakan pada orang lain.

Rantang #4

“Janganlah kita memberitahukan apa yang dipikiran kita akan persepsi diri, karena orang yang menyukai kita tidak memerlukan itu, dan orang yang tidak menyukai kita tidak akan mempercayainya” Mohon maaf karena persepsi diri sebaiknya diungkapkan dalam riak tawa dan canda.

Rantang #5

“Adakala-nya kita membuat mereka yang peduli pada kita menangis dan adakala-nya kita menangis untuk seseorang yang tidak memperdulikan kita, dan kadang kala tanpa disadari kita peduli kepada seseorang yang tidak pernah menangis untuk kita. Itulah kenyataan hidup, berharaplah kita menyadarinya, semua belum terlambat … berubahlah.” Mohon maaf mari kita menangisi diri dan batin kita dahulu lalu menangisi kekasih hati … agar tumbuh rasa simpati dan empati yang tulus.

Rantang #6

“Janganlah kita membuat janji saat kita dalam keadaan senang gembira, jangan membalas kata-kata ketika kita sedang sedih, jangan mengambil keputusan saat kita sedang marah. Maka marilah kita berpikir dua kali dalam setiap bertindak agar hasilnya mengganda”. Mohon maaf isi rantang ini silakan ditelan aja langsung.

Rantang #7

“Waktu seperti angkasa dan sungai, kita tidak bisa menyentuh air dan angin yang sama untuk kedua kalinya, karena air dan angin yang telah mengalir akan terus berlalu dan tidak akan pernah kembali” Mohon maaf karena isi rantang ini anak SD aja tahu kok.

Rantang #8

“Panjatkan do’a dalam hati, tataplah pintu keluar rumah kita dalam sujud hanya mengucap Asma-Nya saat hendak memetik sedikit dari karunia Dunia”. Mohon maaf isi rantang dinamakan berdoa.

Cukup dulu hakikat rantang isi #8 yang kita bawa dipagi hari ini. Amien.

Gambar dari Uncle Google.

Selasa, 02 November 2010

“Wanita” di Persimpangan Cinta


sebatas menyapamu

sebatas mengamatimu

sebatas memperhatikanmu

sebatas itu lah

aku menyayangimu. .

dan hal-hal kecil yg kau tak tau.…

untai kata diatas, kutipan dari postingan Neng Zain (“Sebatas Itu”) tapi bukan berarti ini kejadian nyata sang penulis untai kata diatas Lho… jangan salah sangka yah… Thank Neng Zain “dia masih single lho hehehe”.

Saya coba untuk serius dalam tulisan kali ini, karena ini masalah yang cukup krusial bagi seorang wanita, karena efek yang timbul saat “salah” mengambil langkah ketika berada dipersimpangan akan menyebabkan banyak tekanan disatu sisi hidupnya dan walaupun disisi lain ada janji kebahagian.

Tulisan ini kudedikasikan kepada sahabat yang telah meminta agar kiranya hal ini dapat daku perjelas dari sudut pandang seorang “Pemerhati Wanita” hehehe.. mulai ngawur nih… “Pemerhati gitu lho”…. Nggak salah juga sih kalo kesenangan memperhatikan wanita ini menjadi hobby-ku, dari pada diriku menjadi Pemerhati Lelaki… hehehe nggak deh arusnya salah, apalagi Pemerhati Waria..wakakakakak.

Well, Persimpangan yang seperti apa maksudnya…. Ehm.. nggak lain nggak bukan persimpangan dalam merasakan kegundahan jiwa karena harapan hati yang tidak mungkin dapat jadi nyata” .

Sebagai manusia wajar jika kita berharap setiap keinginan hati kita selalu dapat menjadi nyata bukan hanya angan yang hanya kita rasakan dalam hati saja, sebagaimana kutipan postingan diatas.

Berharap tidak hanya sebatas menyapa, tapi berharap mengecup keningmu dipagi hari.

Berharap tidak hanya sebatas mengamatimu, tapi menatap matanya dalam cahaya temaram.

Berharap tidak hanya memperhatikanmu, tapi berharap menyentuh hangatmu.

Berharap tidak hanya menyayangimu saja, tapi juga berharap mendapat cinta indah yang kau janjikan dan menjadikan cinta itu nyata dalam peluk kasih asmara.

Ehmm…. Harapan diatas bukanlah harapan yang sepele, itu merupakan harapan yang serius karena dapat merubah seluruh sendi hidupmu wahai wanita, karena engkau katakan padaku bahwa dirimu dan dirinya telah memiliki kekasih hati lain disudut sana…. Ehm, kudapat merasakan yang engkau rasa wahai wanita dan Penulis memaklumi hal tersebut karena memang setiap orang berhak untuk mencintai dan dicintai. Well berarti kita udah tahu kasusnya…”Engkau telah dimiliki dan dirinya pun telah dimiliki”.

“Engkau telah dimiliki dan dirinyapun telah dimiliki” ehmm… sungguh berat gundah yang engkau rasakan, sungguh suatu dilema dalam menjalani hidup… kasihan kalian wahai wanita bila sedang berada dipersimpangan seperti ini……………, oke deh nggak boleh larut. So, kita ulas deh untung-rugi dan cara ngatasinnya :

Dilihat dari sudut untungnya :

· Yap, dirimu kini akan dapat mengecup keningnya tiap pagi, ehm… engkau dapat menatap matanya dalam kilau temaram saat malam tiba, dirimu dapat merasakan hangat dekapannya, dan dirimu dapat merasakan lepas dari kegundahan menuju kasih asmara engkau rindukan……. Dan yang paling utama cintamu kini bukan hanya sekedar imaji……. Engkau miliknya dan diapun milikmu, sungguh dirimu merasa beruntung. Tapi ingat ini bukan selamanya karena dirimu akan kembali kepada ‘rasa’ harapan untuk memiliki selamanya.

· Rasa gundah dan pertanyaan hati yang menghantui … apakah dia sungguh juga memiliki rasa yang sama denganmu??? telah terjawab sudah………….!! Rasakan kelegaannya walaupun sesaat, dan semoga bisa kalian ikrarkan secara hukum baik hukum agama maupun hukum publik.

· Untungnya yang terakhir engkau dapat memulai hidup kembali dan merajut suatu masa depan baru.

Dilihat dari sudut kerugiannya :

· Dari sudut kerugiannya sekarang engkau akan merasakan rasa bersalah yang dalam kepada kekasih / suami yang kau tinggalkan, anak-anak yang kau sayangi akan terluka jiwanya, orang tua yang berharap engkau bahagia selamanya pupus sudah harapannya, belum lagi dari sudut kekasih hati yang menjadi idamanmu berapa banyak luka yang akan terbuka. “Maaf” karena Cinta yang harus memiliki, karena hasrat yang tak mampu ditahan, karena harapan berlebih yang menggundahkan hati……………… kegundahan terlunasi dibayar dengan gores luka beberapa orang yang mengasihimu.

· Ehmm… saat ini proses pengurusan perceraian tidaklah segampang puluhan tahun lalu, bayangkan bagaimana rumitnya hidup kita keluar masuk persidangan, biaya pengacara, pembagian harta gono-gini yang membakar emosi……………..Penulis tak mampu membayangkan selain membayangkan artis cantik senang main ke Pengadilan, seperti Krisdayanti yang sedang bingung namun bahagia hehe, Kelihatannya sih.

· Ehmm… bayangkan betapa beratnya masa depan harus engkau rajut kembali dalam satu bingkai baru yang tentunya, tak semudah jika latar belakang sama-sama dari “nol” tanpa pembanding kebiasaan dan pembanding phisik dari kekasih sebelumnya…!!! Hingga suatu waktu dirimu ataupun dirinya akan merasakan kekikukan dan beban karena adanya pembanding yang tentu akan memakan waktu harmonisasi cinta suami dan istri menjadi sedikit lebih lama. Misal : suamimu yang dulu seorang yang rajin dan rapi… eh suami sekarang udah bangunnya siang plus berantakan, wah..wah bayangkan perasaan yang hadir tanpa engkau sadari… yap… ‘rasa’ PEMBANDING yang membebani, karena setiap orang sememangnya punya kelebihan dan kekurangannya sendiri, maaf Penulis nggak mau terpancing masalah phisik dan sex ya…. Hahahaha pikir sendiri deh.

Hakikat mengatasinya :

· Dari sudut pandang agama, ehmm… saya nggak mau ceramah, tapi mulailah menata hati dan lebih mendekatkan diri dalam cinta sejati-Nya. Dan bersandarlah dalam pasrah dan ikhlas mungkin anugerah yang telah diberikannya saat ini tidaklah sesempurna yang dirimu harapkan, tapi mungkin ini anugerah yang terbaik bagimu…………. Pandang mata batin lihat tatapan mata anak-anak yang mengasihimu.

· Bercintalah, yup!! mencintalah itu anugerah dari Tuhan-mu jangan engkau abaikan dan buang dari hatimu karena hanya akan menyiksa batin. Saya tidak menyarankan dirimu menghilangkan dan menghapus rasa Cinta itu… terimalah dan nikmati sebagai bagian dari rasa, ya bagian dari rasa, kata kupu-kupu ungu padaku..hehehe.

· Berusahalan merubah diri dan citra diri dirumahmu yang bagai surga, jadikan dirimulah ratu bidadari yang senantiasa menjadi “seolah-olah” wanita tercantik dan teranggun di dunia … kembali raih cinta dan sayang dari suamimu atau kekasihmu, rangkullah kembali hangat kasih anak-anak yang engkau cintai……………dan tersenyumlah dalam duka maupun suka bersama dekapan mereka. Dan yakinlah dengan ketulusan dan do’a mu pada-Nya, semoga pasangan yang diberikan-Nya dapat berubah sebagaimana yang dirimu harapkan.

Namun demikian yang paling utama kembalilah melihat sisi terdalam Nuranimu wahai sahabat wanitaku, temukan jawabnya… yah disana dihatimu yang terdalam, Pilihlah yang paling membahagiakan dirimu………………. Semoga engkau menemukan kebahagian sejati karena hidup kita selalu berada dipersimpangan antara beberapa pilihan yang harus diambil agar “hidup senantiasa berbahagia”.


Well, cukup sudah hakikat untuk sore ini ya. Seandainya engkau wanita mau mencintai orang lain, cintailah diriku karena ku punya persediaan rasa cinta….wakakakakakkk (*mode Kenthir on*)


Catatan : kalau masih dalam tahap pacaran sih gampang…. Putusin aja, selesai deh masalah.

Gambar dari uncle google.