Kamis, 23 Desember 2010

Selarik Do’a untuk Kekasihku


Hari ini kukirimkan selarik Do’a untuk kekasih hatiku, yang sedang didekap oleh perih dan ketak-berdayaan dalam derita yang seakan tak kunjung bosan membelainya.

Ingatkan diriku akan sepenggal ayat dalam kitab suci Al-Quran, yang membuat hati ini malu akan kekuatan, keteguhan dan derajat jiwaku jika kubandingkan denganmu kekasih hatiku…… aku malu, padamu dan pada-Nya.

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati,

padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang

yang beriman. (QS.Ali ‘Imraan:139)

~ *** ~


12929824641602803611

resah by google

Sungguh malu, saat diriku menghadapi kesulitan, diriku bersedih dan langsung bersikap lemah. Diriku hanya diam, menyerah, dan berbicara mengeluarkan berbagai keluh, mengapa diriku seakan seperti tak berdaya. Diriku kadang menyalahkan orang lain, lingkungan, kondisi di sekitar diriku, kadangkala bahkan menyalahkan sang takdir.

Alasan-alasan ini hanyalah bukti kelemahanku, bukti bahwa diriku tidak kuat menghadapi berbagai masalah yang sedang membelaiku, aku malu padamu kekasihku dan sadar bahwa jiwaku tak sehebat jiwamu.

Padahal Tuhan Semesta Alam melarang bersikap lemah dan bersedih. Diriku harus tetap tegar sekokoh batu karang yang setiap waktu dihempas gelombang bahkan sang badai. Percuma aku bersedih atas segala kesulitan dan beban yang menghimpit.

Hapuslah air mata, aku bangun dari tidurku, karena diriku sesungguhnya kuat untuk menghadapi berbagai cobaan yang menerpa dan akan menerpa, jika engkau selalu ada disampingku kekasih.

Sikap lemah dan larut dalam kesedihan tidak akan memberikan solusi bagi diriku. Mengutuk takdir dan memaki waktu? Tidak dijamin melegakanku, malah cendrung menyesakkan saja!!!

Kesedihan yang kurasa malah memadamkan api dalam diriku untuk bertindak menurut kehendak nurani yang benar. Masalah tidak akan selesai hanya dengan ditangisi, diriku harus kuat dan bertindak mengatasi masalah ini, ikhtiar dalam do’a bersamamu Kekasihku.

Langkahku akan gamang, tak jelas arah, dan ujung-ujungnya diriku malah tidak peduli lagi dengan apa yang akan terjadi, menyerah dan pasrah….. tidak!!!

Diriku tidak akan menyerah dan pasrah, senantiasa engkau menguatkanku kekasihku.

Aku malu padamu kekasihku, engkau begitu mulia dan kuat… biar diriku bangkit bersamamu, hapus air matamu, mari bantu aku menguatkan hatiku dan biarkan hatiku mengikat kuat dirimu dalam jiwaku sayang , sehingga takutku dan takutmu menjadi lebur dalam jiwa.

Do’a dariku selalu untukmu Kekasih,

Maafkan diriku hanya sebentuk do’a dari hati terdalamku untuk tabahmu, kuatmu ….

Dan kuharap mampu sedikit mengurangi rasa takutmu… Amien.