Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dengan judul diatas, mungkin sebagian anda kurang apresiasif dengan hal tersebut, tapi saya dengan tangan terbuka akan menerima hal tersebut karena ini hanyalah sebuah opini menurut persepsi saya pribadi, tanpa ada maksud terselubung ataupun bertujuan membuat pandangan kita menjadi sukuisme. Tulisan ini saya persembahkan sebagai hadiah atas ulang tahun Kompasiana, semoga blog ini akan menjadikan ikatan persaudaraan dan persatuan bangsa kita menjadi semakin kuat.
Percaya atau tidak saya adalah seorang Lelaki untuk Indonesia, yang rasa nasionalis saya kadang bergemuruh dengan kondisi perpecahan bangsa dengan latar belakang kesukuan, agama maupun masalah perbedaan pendapat dalam politik. Please deh, cukup sudah itu semua marilah kita semua bergandeng tangan berangkulan dalam pelukan Ibu Pertiwi yang sama-sama kita cintai ini.
Saya tegaskan bahwa saya bukan orang Batak atau dalam istilah saya Indo Batak dan sahabat-sahabat saya bukan hanya terdiri dari Indo Batak, tapi juga berbagai suku yang ada di Nusantara. Ibu dan moyang saya adalah Indo Banjar di Kalimantan, namun saat ini saya telah menetap lebih dari 10 tahun di Sumatera. So, maksud dan tujuan saya hanya ingin berbagi persepsi pribadi, dan tidak ada niat saya untuk menggeneralisir topik ini, menjadi topik yang menyebabkan suku lain merasa lebih rendah dari salah satu suku bangsa yang kita cinta ini, yakinlah keberbedaan kita merupakan anugerah Tuhan yang Kuasa bagi bangsa kita.
HORAS!!! Penuh semangat itulah yang akan anda rasakan saat kata ini diucapkan oleh saudara-saudara saya Indo-Batak, sungguh membuat anda akan berpikir bahwa suara mereka seakan memancarkan ketegasan dan kepercayaan diri yang tinggi.
Suku Batak telah menyebar keseluruh Nusantara dan menjadi bagian yang memberi warna indah dalam persatuan dan kesatuan bangsa ini, begitupun suku-suku lain bangsa kita yang telah beranak cucu menyatukan darah dalam satu ikatan Bangsa.
Well, Spirit Indo Batak kadang menginspirasi saya dalam kehidupan sehari-hari yang saya lalui, pertama kali saya bersahabat dengan Indo Batak secara dekat adalah ketika awal mulai bekerja di salah satu perusahaan perkebunan di Sumatera. Saat itu saya tinggal rame-rame dengan teman-teman Indo Batak ini di Mess perusahaan. Awalnya sih saya terkejut dengan tutur kata mereka yang cendrung diucapkan dengan intonasi yang cukup powerful dan adanya penekanan-penekanan kata yang berlebih (well itu sih wajar-wajar aja ya, namanya juga orang Batak).
Nah, Spirit apa yang saya maksud dari intonasi ucapan HORAS!!!, ini dia :
1) Setelah bersahabat cukup lama dengan mereka berinteraksi, makan bareng plus tidur bareng dengan mereka dalam kondisi susah maupun senang, saat banyak uang maupun saat bokek. Yah pertemanan dengan suku Indo yang satu ini sangat mengasyikan. Spirit Horas!! yang mereka berikan kepada saya adalah bahwa dalam persahabatan kita harus saling menjaga dan kompak, kalau ini sih sudah bukan rahasia umum lagi, kadang-kadang mereka cendrung nepotisme. Tapi hal itu sih wajar-wajar aja bagi saya karena di nama mereka, terpampang dengan jelas nama keluarganya. Mungkin seandainya Indo Banjar pun memiliki marga tentu saya pun akan begitu, tapi tidak semua dari mereka yang terlalu mengedepankan hal tersebut dalam dunia kerja, sebagian dari mereka malah cukup profesional jika memang sahabat bahkan saudara semarga hendak melamar kerja di tempat kami tidak sesuai standar yang diharapkan oleh manajemen. “Saya angkat 2 jempol untuk sahabat-sahabat Indo Batak yang mampu objektif seperti ini”.
2) Spirit Horas!!! yang kedua dan dapat saya contoh adalah bahwa sahabat-sahabat saya tersebut termasuk manusia yang diciptakan Tuhan memiliki ketegasan turunan secara genetik sedikit lebih dalam hal kepemimpinan. Tanpa melebihkan hal ini walaupun kepemimpinan juga potensial pada suku bangsa Indo lainya, tapi bagi saya Indo Batak sedikit lebih menonjol.
3) Spirit Horas!!! yang ketiga memberi saya pelajaran bahwa hidup harus dihadapi dengan penuh kerja keras dan dibarengi kebahagiaan. Bagaimana tidak pada pagi hingga sore hari kami bekerja keras untuk mengejar hari ini dan masa depan yang nggak tau kapan selesainya, sedang pada malam hari kami bisa tertawa-tawa lebar, bernyanyi-nyanyi ria dengan modal sebuah gitar atau bermain catur sambil minum kopi pahit karena kurang gula. Makan mie sepiring berdua, ngerokok sebatang rame-rame, tapi kalo wanita cari sendiri-sendiri dong…hehehe. Sungguh Spirit Horas!!! yang satu ini sangat besar manfaatnya bagi saya dalam menjalani hidup. Hidup harus di Nikmati!!! (walaupun kadang saking menikmatinya mereka pada lupa suatu hari bakal mati dan akan di sidang ntar di Akherat…wkwkwkwk)
4) Spirit Horas!!!, yang ke empat semakin mengasah keberanian saya dalam masa-masa perantauan yang panjang ini, yup. Walaupun saya bukanlah orang yang penakut namun keberanian yang mereka pancarkan dalam mengambil setiap keputusan diwaktu yang tepat sungguh patut kita tiru, mereka rata-rata memiliki kecerdikan diatas rata-rata dalam hal ini. Makanya kadang anda pernah mendengar kepanjangan “BATAK” = Banyak TAKtik. Itu tidak salah, silahkan anda perhatikan berapa banyak politikus dan pengacara yang sukses berasal dari suku Indo Batak (silakan hitung sendiri ya).
5) Spirit Horas!!!, yang ke lima yang saya amati bahwa mereka termasuk salah satu suku Indo yang sangat toleran terhadap suku lain, agama lain dan perbedaan lain diantara kita. Kenapa saya bilang begitu karena pengalaman hidup bersama dengan mereka saya yang berbeda agama dari mereka cendrung di-spesialkan dalam pergaulan. Salah satu contoh pada saat teman-teman Indo Batakku ini pesta minuman tuak-lah kalo mau disebutkan begitu, eh mereka melarangku karena menurut mereka saya yang beragama Islam walaupun bolong-bolong masih melaksanakan sholat, nah ini justru mereka yang mengingatkan saya akan larangan agama yang saya anut, mereka tidak menjerumuskan saya. “What kind of friend like this?” maaf ngomong apalagi teman-teman yang lebih senior sangat menjaga saya dari pergaulan bebas dengan wanita-wanita penghibur. Saya sungguh menghargai mereka atas usahanya ini sehingga saya dapat dihindarkan dari penyesalan dikemudian hari.
Spirit Horas!!!, yang lainnya adalah suatu kejutan bagi saya karena ternyata teman-teman saya yang berwajah dan berbadan sangar-sangar ini ternyata memiliki sisi hati yang lemah lembut bertolak belakang dengan tongkrongannya. Mereka sangat menyukai lagu-lagu sendu, lagu-lagu Indo Batak yang artinya menunjukan kelembutan hati layaknya hati para gadis…. Spirit Horas!!! yang satu ini sungguh mengesankan bagaimana mereka menyanyi setiap lagu dengan suara melengking layaknya rocker namun dengan arti yang sangat cengeng, sorry Bro tapi ini kenyataannya.
Well, itulah sebagian besar Spirit Horas!!! yang dapat saya petik dari saudara-saudara yang beraneka marganya ini dan hingga saat ini pun saya tetap mengagumi suku bangsa yang satu ini. Walaupun teman-teman lain yang kala itu hidup bersama saya telah berpisah entah kemana-mana namun Spirit mereka selalu kurasakan. Well cukup dulu yah … salam untuk rekan-rekan Kompasiana Indonesia yang hari ini berulang tahun, mari kita kuatkan ikatan persaudaran serta persatuan bangsa kita. Nggak perduli anda orang Maluku, Batak, Flores, Bugis, Banjar, Jawa, Madura, Dayak, Palembang, Aceh, Papua, Sunda, Melayu, dan beribu suku bangsa Indonesia yang beribu-ribu macam sukunya yang pasti… Kita satu dan Jaya. So, Mari Lupakan Gayus dan Indo Batak lainnya yang telah melakukan kesalahan tapi itu bukan kalian, mereka hanyalah oknum dan mereka pantas menerima hukumannya.
Tulisan ini kudedikasikan bagi sahabat-sahabat Indo Batak-ku yang pernah hidup dalam suka maupun duka denganku, semoga kalian bahagia dan sukses selalu kan kuingat kalian bersama langkah hidupku. I Love You All!! HORAS!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar