Selasa, 02 November 2010

“Wanita” di Persimpangan Cinta


sebatas menyapamu

sebatas mengamatimu

sebatas memperhatikanmu

sebatas itu lah

aku menyayangimu. .

dan hal-hal kecil yg kau tak tau.…

untai kata diatas, kutipan dari postingan Neng Zain (“Sebatas Itu”) tapi bukan berarti ini kejadian nyata sang penulis untai kata diatas Lho… jangan salah sangka yah… Thank Neng Zain “dia masih single lho hehehe”.

Saya coba untuk serius dalam tulisan kali ini, karena ini masalah yang cukup krusial bagi seorang wanita, karena efek yang timbul saat “salah” mengambil langkah ketika berada dipersimpangan akan menyebabkan banyak tekanan disatu sisi hidupnya dan walaupun disisi lain ada janji kebahagian.

Tulisan ini kudedikasikan kepada sahabat yang telah meminta agar kiranya hal ini dapat daku perjelas dari sudut pandang seorang “Pemerhati Wanita” hehehe.. mulai ngawur nih… “Pemerhati gitu lho”…. Nggak salah juga sih kalo kesenangan memperhatikan wanita ini menjadi hobby-ku, dari pada diriku menjadi Pemerhati Lelaki… hehehe nggak deh arusnya salah, apalagi Pemerhati Waria..wakakakakak.

Well, Persimpangan yang seperti apa maksudnya…. Ehm.. nggak lain nggak bukan persimpangan dalam merasakan kegundahan jiwa karena harapan hati yang tidak mungkin dapat jadi nyata” .

Sebagai manusia wajar jika kita berharap setiap keinginan hati kita selalu dapat menjadi nyata bukan hanya angan yang hanya kita rasakan dalam hati saja, sebagaimana kutipan postingan diatas.

Berharap tidak hanya sebatas menyapa, tapi berharap mengecup keningmu dipagi hari.

Berharap tidak hanya sebatas mengamatimu, tapi menatap matanya dalam cahaya temaram.

Berharap tidak hanya memperhatikanmu, tapi berharap menyentuh hangatmu.

Berharap tidak hanya menyayangimu saja, tapi juga berharap mendapat cinta indah yang kau janjikan dan menjadikan cinta itu nyata dalam peluk kasih asmara.

Ehmm…. Harapan diatas bukanlah harapan yang sepele, itu merupakan harapan yang serius karena dapat merubah seluruh sendi hidupmu wahai wanita, karena engkau katakan padaku bahwa dirimu dan dirinya telah memiliki kekasih hati lain disudut sana…. Ehm, kudapat merasakan yang engkau rasa wahai wanita dan Penulis memaklumi hal tersebut karena memang setiap orang berhak untuk mencintai dan dicintai. Well berarti kita udah tahu kasusnya…”Engkau telah dimiliki dan dirinya pun telah dimiliki”.

“Engkau telah dimiliki dan dirinyapun telah dimiliki” ehmm… sungguh berat gundah yang engkau rasakan, sungguh suatu dilema dalam menjalani hidup… kasihan kalian wahai wanita bila sedang berada dipersimpangan seperti ini……………, oke deh nggak boleh larut. So, kita ulas deh untung-rugi dan cara ngatasinnya :

Dilihat dari sudut untungnya :

· Yap, dirimu kini akan dapat mengecup keningnya tiap pagi, ehm… engkau dapat menatap matanya dalam kilau temaram saat malam tiba, dirimu dapat merasakan hangat dekapannya, dan dirimu dapat merasakan lepas dari kegundahan menuju kasih asmara engkau rindukan……. Dan yang paling utama cintamu kini bukan hanya sekedar imaji……. Engkau miliknya dan diapun milikmu, sungguh dirimu merasa beruntung. Tapi ingat ini bukan selamanya karena dirimu akan kembali kepada ‘rasa’ harapan untuk memiliki selamanya.

· Rasa gundah dan pertanyaan hati yang menghantui … apakah dia sungguh juga memiliki rasa yang sama denganmu??? telah terjawab sudah………….!! Rasakan kelegaannya walaupun sesaat, dan semoga bisa kalian ikrarkan secara hukum baik hukum agama maupun hukum publik.

· Untungnya yang terakhir engkau dapat memulai hidup kembali dan merajut suatu masa depan baru.

Dilihat dari sudut kerugiannya :

· Dari sudut kerugiannya sekarang engkau akan merasakan rasa bersalah yang dalam kepada kekasih / suami yang kau tinggalkan, anak-anak yang kau sayangi akan terluka jiwanya, orang tua yang berharap engkau bahagia selamanya pupus sudah harapannya, belum lagi dari sudut kekasih hati yang menjadi idamanmu berapa banyak luka yang akan terbuka. “Maaf” karena Cinta yang harus memiliki, karena hasrat yang tak mampu ditahan, karena harapan berlebih yang menggundahkan hati……………… kegundahan terlunasi dibayar dengan gores luka beberapa orang yang mengasihimu.

· Ehmm… saat ini proses pengurusan perceraian tidaklah segampang puluhan tahun lalu, bayangkan bagaimana rumitnya hidup kita keluar masuk persidangan, biaya pengacara, pembagian harta gono-gini yang membakar emosi……………..Penulis tak mampu membayangkan selain membayangkan artis cantik senang main ke Pengadilan, seperti Krisdayanti yang sedang bingung namun bahagia hehe, Kelihatannya sih.

· Ehmm… bayangkan betapa beratnya masa depan harus engkau rajut kembali dalam satu bingkai baru yang tentunya, tak semudah jika latar belakang sama-sama dari “nol” tanpa pembanding kebiasaan dan pembanding phisik dari kekasih sebelumnya…!!! Hingga suatu waktu dirimu ataupun dirinya akan merasakan kekikukan dan beban karena adanya pembanding yang tentu akan memakan waktu harmonisasi cinta suami dan istri menjadi sedikit lebih lama. Misal : suamimu yang dulu seorang yang rajin dan rapi… eh suami sekarang udah bangunnya siang plus berantakan, wah..wah bayangkan perasaan yang hadir tanpa engkau sadari… yap… ‘rasa’ PEMBANDING yang membebani, karena setiap orang sememangnya punya kelebihan dan kekurangannya sendiri, maaf Penulis nggak mau terpancing masalah phisik dan sex ya…. Hahahaha pikir sendiri deh.

Hakikat mengatasinya :

· Dari sudut pandang agama, ehmm… saya nggak mau ceramah, tapi mulailah menata hati dan lebih mendekatkan diri dalam cinta sejati-Nya. Dan bersandarlah dalam pasrah dan ikhlas mungkin anugerah yang telah diberikannya saat ini tidaklah sesempurna yang dirimu harapkan, tapi mungkin ini anugerah yang terbaik bagimu…………. Pandang mata batin lihat tatapan mata anak-anak yang mengasihimu.

· Bercintalah, yup!! mencintalah itu anugerah dari Tuhan-mu jangan engkau abaikan dan buang dari hatimu karena hanya akan menyiksa batin. Saya tidak menyarankan dirimu menghilangkan dan menghapus rasa Cinta itu… terimalah dan nikmati sebagai bagian dari rasa, ya bagian dari rasa, kata kupu-kupu ungu padaku..hehehe.

· Berusahalan merubah diri dan citra diri dirumahmu yang bagai surga, jadikan dirimulah ratu bidadari yang senantiasa menjadi “seolah-olah” wanita tercantik dan teranggun di dunia … kembali raih cinta dan sayang dari suamimu atau kekasihmu, rangkullah kembali hangat kasih anak-anak yang engkau cintai……………dan tersenyumlah dalam duka maupun suka bersama dekapan mereka. Dan yakinlah dengan ketulusan dan do’a mu pada-Nya, semoga pasangan yang diberikan-Nya dapat berubah sebagaimana yang dirimu harapkan.

Namun demikian yang paling utama kembalilah melihat sisi terdalam Nuranimu wahai sahabat wanitaku, temukan jawabnya… yah disana dihatimu yang terdalam, Pilihlah yang paling membahagiakan dirimu………………. Semoga engkau menemukan kebahagian sejati karena hidup kita selalu berada dipersimpangan antara beberapa pilihan yang harus diambil agar “hidup senantiasa berbahagia”.


Well, cukup sudah hakikat untuk sore ini ya. Seandainya engkau wanita mau mencintai orang lain, cintailah diriku karena ku punya persediaan rasa cinta….wakakakakakkk (*mode Kenthir on*)


Catatan : kalau masih dalam tahap pacaran sih gampang…. Putusin aja, selesai deh masalah.

Gambar dari uncle google.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar