Sabtu, 27 November 2010

Tanpa Sadar Ku“Bunuh” Sobatku

Tak terasa udah tiga bulan hampir ku banyak menghabiskan waktu di depan screen, nggak dikantor, nggak dirumah, nggak dijalan, nggak pagi, nggak siang, nggak sore, nggak malam. Tanpa sadar ku telah lupa bersosialisasi dan berpelukan dengan Sobat-Sobatku di dunia nyata…. Sungguh kompasiana telah membuai dan membuat pola hidupku hampir tiga bulan ini berubah tanpa kusadari.

Ehm… Sobat-Sobatku mulai merinding dengan kegiatanku tiga bulan ini, padahal selama ini walaupun diriku senang berada di depan screen dan meluncur kesana kemari di dunia maya, tapi tidak seperti ini, sungguh mereka merasa diriku mulai menjauh nggak pernah kongkow-kongkow ngobrolin yang nggak pantas diobrolin saat malam tiba, jangan ditanya kekasih hatiku di dunia nyata pun sudah mulai masang muka masam…. Ehm, namun disini di tempat ini pun kutelah bertemu dengan Sobat-Sobat imajinatif yang sangat beragam, ada yang jelek, ada yang keren, ada yang pintar, ada yang lebih goblok dariku ada yang aneh dan ada juga yang religius dan ada pula yang kucinta.

Ehm… baiknya kumulai menata hati dan pikirku kembali untuk mereka diwaktu-waktu rindu pada mereka……… Sobat Dunia Nyata, ehm…. Sobat Dunia Maya.

Ehmm…. Mungkin pikirku persahabatan ini mestiku ikat lebih kuat sekuat tali pusar seorang bayi , karena ku tak ingin tanpa sadar ku “Bunuh” Sobatku, kurenung dalam pikir :

Wahai Sobat mungkin kau pikir diriku sedang sibuk sehingga kau pun tak hendak menggangguku, padahal aku sedang tak sibuk.

Yang kutakut lama-lama dirimu akan menjadi acuh padaku, karena hampir tak ada gelakku dan gelak kita hampir tiga bulan ini.

Ehm.. akhir yang kutakut mereka akan berpikir “Ngapain aku yang menghubungi kamu duluan Bro ? ente aja sibuk nggak nentu mulu!!“

Kalau sudah begini tali kuat dalam persahabatan tentu akan lekang, alhasil antaraku dan Sobatku bisa lupa bahwa kami sahabat…

ehm…kalau itu terjadi, maka benarlah aku yang membunuh Sobatku.

Wahai Sobat maafkan aku, kusadar komunikasi kita sangat penting dalam hubungan ini, kuharap minggu ini kita bisa bersenggama dalam suara sebagaimana biasanya.

Wahai Sobat tegur aku, jika aku mulai lupa dan sombong, tegurlah aku jika aku mulai lupa dan angkuh, tegurlah aku jika mulai salah.

Karena aku masih sangat butuh Sobat seperti kalian di Dunia nyata ini, hari ini dan untuk selama - lamanya.

Hei.. Sobat biar kulihat lagi postingan lama darimu ini biar mengingatkan diriku akan arti dirimu bagiku dan arti persahabatan kita :

Persahabatan kita… bagai ikatan persaudaraan

Saat engkau tertawa, akupun tertawa

Saat engkau menangis, akupun ikut menangis

Saat engkau terjatuh dari sepeda bututmu, akupun tertawa sambil menangis.

Kita wahai Sobat, bukanlah seperti Gunting meski

menyatu namun Hakikatnya berjalan sendiri

Wahai Sobat kita bagaikan jarum, meskipun menusuk dan menyakitkan

Tapi menyatukan apa yang terpisah

Kadang diri ini sadar terlalu sembarangan mengungkap

Kata, mengejek, menghinamu, melecehkanmu dalam canda tawa

Tapi, hatiku tak sedikitpun berniat melukaimu

Kita bukan Sobat saat senang, karena kita saling sapa dalam ingat

Dalam jujur dan peduli tak ada iri secuilpun, walau pacarmu lebih cantik dari pacarku.

Satu ditimur yang satu dibarat Sobat tetap ku ingat.

Bulan boleh bulat, besipun boleh berkarat, gunung boleh meletus

Tapi persahabatan tak akan kubiarkan terbunuh.

“Sepi” Bukan Berarti “Hilang”

“Diam “Bukan Berarti “Lupa”

“Jauh” Bukan Berarti “PUTUS”

Hanya renungan saat sadar telah tiga bulan di Kompasiana, tanpa sadar Sobatku telah menunggu dan merasa kehilangan diriku di Dunia Nyata.

Sobatku di Dunia Maya yang melenakan, tetaplah menjadi Sobat bagiku…. Karena kalian inspirasiku, tawaku dalam sepi dan jenuhku.

Well, Bagi Sobat-Sobat Kompasianer yang sedang mengalami hal sepertiku, mari-mari dan mari…

Karena ntar malam minggu…. Jangan lupa luangkan waktu untuk Sobat-Sobat kita di Dunia Nyata, sebelum tanpa sadar engkau telah membunuh Sobatmu di sudut sana.

Gambar dari uncle google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar